SATELITNEWS. COM, JAKARTA —Puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dari Jakarta dilaporkan telah terlewati. Hingga Senin (29/12/2025), tercatat 1,85 juta kendaraan meninggalkan ibu kota via tol, sekitar 64 persen dari prediksi 2,9 juta kendaraan. Para pemudik bergerak ke berbagai tujuan, mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Bandung.
“Kolaborasi tim di lapangan memastikan perayaan tahun baru berjalan lancar, termasuk pengamanan arus balik di pelabuhan, jalan tol, maupun jalan arteri,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, saat mengecek Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Agus menegaskan, kegiatan wisata juga aman. Petugas memastikan masyarakat yang berlibur tetap merasa nyaman dan aman. “Petugas hadir untuk menjaga keamanan wisatawan dan pemudik,” tambahnya.
Perhatian aparat kini bergeser ke arus balik. Dirgakkum Korlantas Brigjen Faizal menyebut arus balik mulai meningkat sejak akhir pekan lalu.
“Hari ini arus balik cukup landai, tapi diprediksi meningkat lagi menjelang akhir pekan, sekitar 2–4 Januari 2026,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Korlantas bekerja sama dengan tujuh Polda prioritas untuk menjaga kelancaran arus balik. Pembatasan kendaraan besar dilakukan secara humanis dan persuasif. Seluruh Satlantas juga diminta mengantisipasi kepadatan di kawasan wisata. Meski pergantian tahun kali ini dilarang menggunakan kembang api, pengaturan arus tetap dilakukan dan sosialisasi diberikan kepada masyarakat.
Evaluasi Kemenhub menunjukkan arus mudik Natal 2025 berjalan aman dan lancar. Selama periode H-7 hingga H+1 libur Natal, sekitar 1,5 juta orang menggunakan bus, sementara lebih dari 1,7 juta orang memanfaatkan kapal penyeberangan, naik sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan angkutan jalan mengalami penurunan sekitar 6 persen.
Di jalur tol, hampir 1,6 juta kendaraan meninggalkan Jakarta, meningkat sekitar 8 persen dari tahun lalu, sementara kendaraan yang masuk ibu kota mencapai 1,48 juta unit, naik 3,8 persen. Jalur arteri juga cukup ramai, dengan hampir 4,8 juta kendaraan keluar Jabodetabek, meningkat 17 persen, dan sekitar 4,29 juta kendaraan masuk, naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kecepatan rata-rata perjalanan juga mengalami peningkatan. Perjalanan dari Jakarta ke Semarang kini rata-rata 84 km/jam, lebih cepat dibanding 83,45 km/jam pada Natal sebelumnya, dengan waktu tempuh rata-rata 5 jam 10 menit. Sementara perjalanan dari Semarang ke Jakarta rata-rata kecepatan meningkat dari 80,86 km/jam menjadi 85,14 km/jam, dengan waktu tempuh rata-rata 5 jam 6 menit.
Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, mengingatkan agar petugas di lapangan tetap memberikan pelayanan terbaik dan masyarakat memprioritaskan keselamatan, khususnya bagi pengguna angkutan umum.
“Dalam kondisi cuaca ekstrem, penundaan perjalanan mungkin terjadi demi keselamatan. Pastikan selalu memeriksa informasi cuaca terkini dari BMKG,” ujarnya. (rmg/xan)