SATELITNEWS.COM, SERANG – Sebanyak 34 personel Polda Banten, diterjunkan untuk membantu menangani bencana banjir di wilayah Padarincang, Kabupaten Serang. Mereka akan bertugas selama tujuh hari, dan memberikan bantuan sosial, pelayanan kesehatan gratis, hingga kegiatan bersih-bersih di lingkungan yang terdampak banjir.
Selain itu, beberapa peralatan juga diterjunkan untuk penanganan oleh tiga satuan. Direktorat Samapta membawa sepuluh field bed, dua perahu Matsumoto, satu tenda, delapan dayung, delapan rompi, 13 helm, satu mesin tempel Suzuki, delapan kursi, dan empat meja.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), membawa satu mobil SAR, satu ambulans, saty rubber boat pompa
Tangki BBM mesin tempel 15 PK, sepuluh life jacket, sepuluh set perlengkapan SAR seperti jas hujan, senter, sepatu field bed, tali carmantel.
Sedangkan Satuan Brigade Mobil (Satbrimob), membawa satu perahu, empat dayung, lima webbing, satu carmantel, lima senter kecil, tujuh bed SAR, 12 pelampung, dua cangkul, satu senso, satu banner, satu senter portabel, sepuluh jas hujan, satu pompaan Yon B, satu meja, tujuh kursi, dan satu set tenda.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki mengatakan, kegiatan yang dilakukan jajarannya sebagai bentuk kesiapan dan respons cepat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, khususnya banjir yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrem.
“Polda Banten telah menyiapkan personel serta perlengkapan SAR untuk mendukung upaya penanganan apabila terjadi bencana banjir di wilayah Padarincang. Kesiapsiagaan ini dilakukan guna memberikan perlindungan, pengamanan, serta bantuan kepada masyarakat,” katanya, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Hengki berpesan kepada seluruh jajaran, diminta untuk terus memantau perkembangan situasi dan menjalin koordinasi dengan instansi terkait serta pemerintah daerah guna memastikan penanganan bencana dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terpadu.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Hengki juga meminta kepada masyarakat, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta saling menjaga dan membantu antarwarga.
“Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana,” tutupnya.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) I Gusti Gede Dharma Arimbawa mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir di Desa Sukamaju, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
“Pelayanan kesehatan ini kami laksanakan sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabanjir. Lingkungan yang lembap dan keterbatasan fasilitas kesehatan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, sehingga kehadiran tim medis sangat dibutuhkan,” paparnya.
Baca Juga: Belum Ditemukan, 250 Personel Dikerahkan untuk Mencari Wartawan Hilang
Dia mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan tekanan darah terhadap kurang lebih 120 orang warga yang datang berobat. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan konsultasi serta pengobatan dengan beberapa diagnosa yang ditemukan, antara lain infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam, sakit kepala, gatal-gatal, hipertensi, dan gangguan lambung atau maag.
“Kami berharap pelayanan kesehatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit. Polri akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan dan kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adib)
























