SATELITNEWS. COM, TANGERANG — Sejak fajar belum sepenuhnya merekah, antrean sudah mengular di halaman Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tangerang Timur.
Ratusan wajib pajak berdatangan silih berganti untuk mendaftarkan dan mengaktivasi akun Core Tax, sistem administrasi perpajakan terbaru yang kini menjadi perhatian banyak kalangan.
Lonjakan itu memaksa petugas membuka pelayanan lebih awal, tepatnya sejak pukul 05.30 WIB, Rabu, 31 Desember 2025.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kantor pajak jauh lebih padat dibanding hari-hari biasa. Wajib pajak dari berbagai latar belakang—mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pegawai swasta, tenaga P3K, hingga karyawan pabrik—terlihat sabar menunggu giliran, sebagian bahkan sudah datang sejak sebelum subuh.
Kepala Seksi Pelayanan KPP Tangerang Timur, Suparmini, mengatakan jumlah wajib pajak yang hadir hingga siang hari mencapai sekitar 450 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah dilayani, sementara sisanya masih menunggu antrean.
“Ya, hari ini kita tadi sudah buka gerbang dari jam 05.30. Jadi setengah enam kita sudah buka gerbang dan kita layani sekitar 450-an wajib pajak. Yang sudah dipanggil tadi sekitar 295-an, masih ada 100-an lebih sedikit yang masih dalam antrean,” ujar Suparmini.
Baca Juga: Hingga Awal Juli, Bapenda Tangsel Kumpulkan Pajak Daerah Rp1,5 Triliun
Menurut dia, kepadatan pendaftaran Core Tax sebenarnya sudah terasa sejak awal Desember. Namun, lonjakan paling signifikan terjadi dalam dua pekan terakhir menjelang tutup tahun.
“Ini dari bulan Desember, tapi membludaknya sih dari dua minggu terakhir ini,” katanya.
Lonjakan tersebut tercermin dari jumlah kunjungan harian yang meningkat tajam. Jika pada hari biasa jumlah wajib pajak berkisar ratusan, dalam beberapa hari terakhir angka itu melonjak mendekati 500 orang per hari.
“Bisa 250, 300. Kemarin 500 dan hari ini juga kurang lebih 400 sampai 500,” ujar Suparmini.
Secara akumulatif, antusiasme terhadap Core Tax tergolong tinggi. Hingga akhir Desember 2025, KPP Tangerang Timur mencatat sekitar 55.000 wajib pajak telah menyelesaikan proses aktivasi akun.
“Kita yang sudah melakukan aktivasi akun itu sampai dengan sekarang sudah 55.000 wajib pajak,” tuturnya.
Baca Juga: Dilema Padel di Tangsel, Penyegelan di Tengah Setoran Pajak
Suparmini menjelaskan, mayoritas wajib pajak yang datang berasal dari beragam sektor pekerjaan. Selain ASN dan pegawai swasta, banyak pula tenaga P3K yang baru direkrut, serta karyawan pabrik dari kawasan industri di sekitar Batuceper.
“ASN dan pegawai swasta ada, P3K juga banyak, mungkin karena baru direkrut. Dari pabrik pun ada, karena di sekitar sini kan Batuceper itu banyak kawasan industri,” ungkapnya.
Menghadapi lonjakan antrean, pihak KPP Tangerang Timur mengambil sejumlah langkah antisipatif. Selain membuka pelayanan lebih awal, kantor pajak juga menambah personel pelayanan dengan melibatkan pegawai yang tengah menjalani on the job training (OJT).
“Kita juga memberdayakan pegawai yang sedang OJT untuk membantu memecah antrean. Bahkan kita buka loket darurat di area kantin,” jelas Suparmini.
Jumlah loket pelayanan pun ditambah, baik di dalam gedung utama maupun di area tambahan. Total, terdapat tujuh loket di dalam gedung dan lima hingga enam loket tambahan di luar ruangan.
“Di dalam ada tujuh loket, ditambah di sini ada enam atau lima loket,” katanya.
Meski antrean panjang, Suparmini memastikan proses pendaftaran Core Tax relatif sederhana dan tidak memakan waktu lama. Wajib pajak hanya diminta membawa dokumen dasar untuk diverifikasi oleh petugas.
“Wajib pajak tinggal datang membawa KTP, alamat email, nomor HP, dan dilakukan pengambilan foto,” pungkasnya.
Antrean panjang di KPP Tangerang Timur menjadi penanda meningkatnya kesadaran sekaligus kebutuhan wajib pajak terhadap sistem Core Tax.
Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas pajak dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan cepat, tertib, dan manusiawi, terutama di tengah lonjakan permohonan menjelang pergantian tahun. (ari)
























