SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Intensitas hujan yang tinggi, masih mengguyur wilayah Pandeglang dan sekitarnya. Alhasil, ratusan permukiman warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, kembali direndam air dengan ketinggian 40 cm – 60 cm.
Informasi yang dihimpun, genangan air terjadi di Kampung Tajur, Sindang Rahayu dan beberapa perkampungan lainnya di desa tersebut.
Akibatnya, aktivitas warga sekitar mulai terganggu. Terlebih, aktivitas harian seperti, berdagang, bekerja, bertani, bersekolah dan aktivitas lainnya.
Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Ilman mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari berbagai pihak, dan ia meninjau langsung ke lokasi, termasuk menelusuri jembatan di Kampung Tajur, Desa Idaman.
Katanya, dari jembatan di Kampung Tajur terlihat aliran air Sungai Cilemer meluap, sehingga anak Sungai Cipendeuy, Cibereum, Cimoyan, Cikadueun, dan Cisata juga turut meluap.
“Dari luapan air sungai itulah, akhirnya menggenang permukiman masyarakat,” kata Ilman, Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
Jembatan Gantung Kampung Tajur itu tambahnya, merupakan akses penghubung dua kecamatan yaitu Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.
Atas luapan air sungai yang merendam permukiman masyarakat itu, ujarnya, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan lebih berhati-hati. Khawatir luapan air terus naik, seiring dengan curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Desa Idaman, Kecamatan Patia.
“Warga diimbau untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu, alias bertahan di rumahnya masing-masing,” tambahnya, seraya menyatakan luapan air mulai naik sekira pukul 08.00 WIB.
Ditambahkannya, ia sudah melaporkan kondisi tersebut ke pihak kecamatan dan jajaran Muspika Patia, BPBD Kabupaten Pandeglang, Dinsos Kabupaten Pandeglang. (mardiana)
