Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Pilkada Langsung Konsekuensi Presidensial

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 5 Jan 2026 09:18 WIB
Rubrik Nasional
Peneliti dan konsultan politik Saiful Mujani. (ISTIMEWA)

Peneliti dan konsultan politik Saiful Mujani. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS. COM, JAKARTA — Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kembali menuai penolakan dari kalangan pegiat demokrasi. Mereka menilai pilkada langsung bukan sekadar pilihan teknis, melainkan konsekuensi konstitusional dari sistem presidensial yang dianut Indonesia.

Peneliti dan konsultan politik Saiful Mujani menegaskan, negara dengan sistem presidensial wajib menerapkan mekanisme pemilihan langsung secara konsisten, baik di tingkat nasional maupun daerah. Menurut dia, tidak ada praktik di negara presidensial yang memilih kepala daerah melalui parlemen.

“Dalam konsep sistem presidensial, kalau kita menganut sistem ini maka pada tingkat daerah pun polanya harus sama seperti pemilihan kepala negara, yaitu dengan pemilihan langsung. Itu tidak bisa dihindarkan,” kata Saiful dalam diskusi Kita Tolak Pilkada Tak Langsung di Jakarta, Minggu (4/1)..

Saiful menjelaskan, Indonesia tidak menganut sistem parlementer dan tidak memiliki raja. Karena itu, kepala negara harus dipilih langsung oleh rakyat. Prinsip tersebut, kata dia, otomatis berlaku pula bagi pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota.

“Tidak ada di dunia ini negara yang menganut sistem presidensial tapi di daerahnya seperti gubernur, bupati, dan wali kota dipilih oleh DPRD. Itu tidak ada, dan itu aneh sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, Mahkamah Konstitusi (MK) selama ini telah memperkuat pilkada langsung sebagai bagian dari demokrasi konstitusional. Karena itu, seluruh lembaga negara, termasuk partai politik, seharusnya menjalankan dan menghormati putusan MK yang bersifat final dan mengikat.

Baca Juga: Kongres Umat Islam Bahas Isu Demokrasi hingga Ketahanan Nasional

“Kita harus menghormati keputusan MK, kecuali kalau ingin membubarkan MK dan melakukan revolusi amandemen UUD 1945,” tegas Saiful.
Saiful juga mengingatkan, kebijakan politik yang menabrak konstitusi dan mengabaikan aspirasi rakyat tidak akan bertahan lama.

“Kalau menabrak konstitusi dan tidak mendengarkan aspirasi rakyat, itu tidak akan berkelanjutan dan pasti ambruk. Orde Baru saja akhirnya runtuh karena melawan aspirasi masyarakat,” katanya.

BeritaTerbaru

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Senin, 7 Sep 2026 08:03 WIB
Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Minggu, 6 Sep 2026 17:23 WIB

Senada, Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo mengkritik keras narasi yang menyebut pilkada langsung sebagai sistem berbiaya tinggi. Menurut dia, anggapan tersebut keliru dan menyesatkan karena mencampuradukkan persoalan anggaran dengan prinsip demokrasi.

“Jangan salah kaprah. Ketika politisi mengatakan pilkada langsung itu high cost, high cost yang mana? Untuk sistem demokrasi elektoral tidak ada istilah high cost,” ujar Ari.

Ari menilai, pembiayaan pemilu bersifat variabel dan merupakan hasil kesepakatan politik antara lembaga negara. Karena itu, biaya tidak dapat dijadikan alasan untuk menghapus mekanisme pemilihan langsung.

Menurut dia, tingginya biaya politik justru lebih banyak bersumber dari praktik partai politik dan kandidat, termasuk money politics.

Baca Juga: KPU Lebak Evaluasi Celah Sengketa Pilkada 2024

“Biaya besar yang dikeluarkan partai politik, caleg, atau kepala daerah itu urusan mereka. Itu bukan kesalahan sistem pilkada langsung,” ucapnya.

Ari juga menolak perbandingan dengan negara-negara seperti Inggris, Australia, dan India yang kepala daerahnya dipilih parlemen. Ia menegaskan, perbandingan tersebut keliru karena negara-negara itu menganut sistem parlementer.

“Kita ini republik dengan sistem presidensial. Presiden dipilih langsung, dan kepala daerahnya juga harus dipilih langsung oleh rakyat,” katanya.

Lebih lanjut, Ari berpandangan pilkada tidak langsung akan mempersempit hak pilih rakyat. Dalam sistem politik saat ini saja, ruang pilihan publik sudah dibatasi oleh dominasi partai politik dalam menentukan kandidat.

“Separuh hak pilih rakyat itu sebenarnya sudah di partai politik. Kalau pilkada tidak langsung, kedaulatan rakyat makin direduksi,” ujarnya.

Ia menilai berbagai persoalan yang kerap dilekatkan pada pilkada langsung—seperti popularitas kandidat atau konflik sosial—bukanlah persoalan sistem, melainkan akibat perilaku elite politik. Karena itu, perubahan mekanisme pilkada tidak akan menyentuh akar persoalan demokrasi elektoral.

“Akar masalahnya itu partai politik. Perbaikan demokrasi seharusnya difokuskan pada pembenahan aktor politik, bukan dengan mengubah sistem pemilihan langsung,” kata Ari.(rmg/xan)

Tags: demokrasipilkadapresidensial
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Nasional

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Nasional

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Wabup Lebak Gagas Bapak-Ibu Asuh di Sekolah Rakyat

Wabup Lebak Gagas Bapak-Ibu Asuh di Sekolah Rakyat

Rabu, 2 Sep 2026 17:56 WIB
Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Al Nassr Telan Kekalahan Pertama

Minggu, 6 Sep 2026 17:17 WIB
Real Betis vs Real Madrid, Lanjutkan Tren Sempurna

Real Betis vs Real Madrid, Lanjutkan Tren Sempurna

Jumat, 4 Sep 2026 07:48 WIB
Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Senin, 7 Sep 2026 08:13 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Sesalkan Kisruh YSH-UIN Jakarta

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Sesalkan Kisruh YSH-UIN Jakarta

Selasa, 1 Sep 2026 18:06 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.