SATELITNEWS.COM, SERANG – Sepanjang tahun 2025, Pemprov Banten tengah menyelesaikan pembangunan sekira 1.500 titik jalan, disemua wilayah di Provinsi Banten.
Artinya, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur masih menjadi prioritas Pemprov Banten.
Pembangunan itu mulai dari jalan lingkungan dibawah kewenangan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta jalan desa dibawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, ditahun pertama menjadi Gubernur Banten, pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan jalan sebanyak 1.500 titik disemua wilayah di Banten. Pembangunan itu dilakukan oleh dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Banten.
“Kami tengah melaksanakan pembangunan jalan di sekitar 1.500 titik. Panjang ruas jalan bervariasi, mulai dari ratusan meter hingga beberapa kilometer di setiap titiknya,” katanya, Minggu (11/1/2026).
Andra mengatakan, salah satu program unggulan dan masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur di Banten yaitu Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Baca Juga: Pemprov Banten Klaim Cadangan Pangan Dimusim Kemarau Aman
Program itu sengaja dibuat, sebagai upaya memperpendek disparitas serta mendongkrak perekonomian masyarakat dan kemudahan aksesibilitas.
“Program Bang Andra merupakan Bangun Jalan Desa Sejahtera agar mudah diingat. Program ini, menyasar pembangunan jalan di desa maupun kelurahan,” tambahnya.
Andra menjelaskan, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur masih menjadi salah satu program prioritas Pemprov Banten. Pelaksanaan pembangunan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dimana arah pembangunan dimulai dari perdesaan.
“Program harus dikerjakan berdasarkan kebutuhan masyarakat, sesuai harapan rakyat, dan dilaksanakan tanpa melanggar aturan hukum. Salah satunya yaitu program Bang Andra,” ujarnya.
Andra mengatakan, salah satu jalan desa yang sudah selesai dibangun yakni ruas Jalan Kopi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Pembangunan infrastruktur jalan dengan konstruksi beton ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas menuju Kawasan Industri Jatake dan fasilitas umum lainnya.
”Pembangunan Jalan Kopi, merupakan upaya strategis pemerintah dalam menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Semakin cepat kita berkoordinasi, semakin cepat kita membantu masyarakat. Kuncinya tidak boleh saling menyalahkan, tetapi saling berkoordinasi,” tuturnya.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, ditahun 2026 ini pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar khusus untuk membangun ruas jalan melalui program Bang Andra. Anggaran itu lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu hanya sekira Rp80 miliar lebih.
“Dari kita, dialokasokan Rp164 miliar tahun ini untuk membangun jalan Bang Andra. Tetapi, porsi paling besarnya untuk Lebak dan Pandeglang, karena masih banyak kondisi jalan yang rusak,” ujarnya. (adib)
