SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Warga Sarana Indah Permai, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta pihak terkait menelusuri penyebab kematian ribuan ikan yang terjadi di tandon kawasan perumahan tersebut.
Peristiwa itu diketahui warga sejak Kamis lalu. Salah satu warga, Sulistiawati (60) mengatakan awalnya kondisi air tandon belum terlalu menghitam, namun sudah terlihat beberapa ikan mati. Seiring berjalannya waktu, jumlah ikan mati terus bertambah hingga mencapai ribuan ekor dan mengambang di permukaan air. Warna air pun berubah menjadi hitam pekat.
“Hari Kamis itu air belum begitu menghitam, tetapi sudah ada ikan yang mati tetapi belum banyak. Dan sekarang semua ikan sudah mengambang hingga ribuan dan air berubah warna hitam,” ujarnya saat ditemui, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, warga tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian ikan tersebut. Karena khawatir, warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat. Sejumlah warga pun bergotong royong mengangkat bangkai ikan dari tandon.
Sulistiawati menjelaskan, di sekitar lokasi tidak terdapat kawasan industri. Tandon tersebut selama ini berfungsi sebagai penampungan limbah rumah tangga. Namun, ia menduga ada limbah dari luar kawasan yang masuk ke tandon tersebut.
“Tidak ada industri di sini, hanya tandon limbah rumah tangga. Tapi kemungkinan ada limbah liar dari luar yang semuanya lari ke sini,” katanya.
Baca Juga: Sepeda Motor Kawasaki Ninja RR Dicuri dari Garasi Rumah di Ciputat
Dampak dari peristiwa tersebut sangat dirasakan warga. Bau menyengat dari bangkai ikan yang membusuk mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan sekitar. Warga menyebut ikan yang mati di antaranya adalah ikan mujair dan bawal.
“Dampaknya buat masyarakat baunya sudah parah, ya bagaimana ini ribuan ikan mati semua dan busuk tanpa ada yang ngambil. Akhirnya bapak-bapak disini inisiatif untuk diambilin, dibuang lalu dibakar,” ungkapnya.
Meski telah dibersihkan sebagian, bangkai ikan terus bermunculan dan bau tak sedap masih tercium kuat. Warga pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air dan menelusuri sumber pencemaran.
“Kita inginnya air ini diperiksa oleh pihak terkait, kenapa jadi ketahuan limbah dari mana yang mencemari tandon karena selama dua tahun ini baik-baik saja,” jelasnya.
Hingga saat ini, warga masih bergotong royong membersihkan bangkai ikan secara manual menggunakan jaring ikan yang dikaitkan ketongkat bambu. (eko)

















