SATELITNEWS.COM, SERANG – Puluhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, diterjunkan ke beberapa wilayah di Provinsi Banten. Mereka bertugas, untuk membantu mengevakuasi dalam penanganan pertama bencana hidrometeorologi, yang melanda beberapa wilayah di Banten.
Sekedar diketahui, hujan lebat yang melanda beberapa wilayah Banten sejak tiga hari terakhir, menyebabkan bencana banjir, rumah roboh, dan lainnya. Adapun wilayah itu yakni, di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
Akibat dari bencana itu, ratusan hektare lahan pertanian terendam banjir, beberapa akses jalan sempat terganggu seperti di wilayah Kecamatan Curug, Kota Serang, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, dan beberapa wilayah selatan Kabupaten Pandeglang.
Selain itu, beberapa rumah tidak layak huni juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon dan angin kencang di wilayah selatan Kabupaten Pandeglang. Sebagian terjadi di Kabupaten Lebak, khususnya diwilayah selatan dan sebagian diwilayah dekat perkotaan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Luthfi Mujahidin mengatakan, pihaknya telah menerjunkan puluhan personel untuk membantu melakukan evakuasi dan pemantauan disejumlah titik bencana alam dan melakukan mitigasi bencana alam.
“Kita sudah terjunkan puluhan personel, semuanya lebih dari 60 personel kita bagi menjadi beberapa tim dan kita sebar, termasuk pejabat didalamnya. Mereka bertugas membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam,” katanya, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Tangani Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih
Selain menerjunkan puluhan personel, BPBD Banten juga menerjunkan beberapa sarana keselamatan, untuk membantu proses evakuasi atau aktivitas masyarakat. Dengan begitu, diharapkan bisa membantu masyarakat dan mencegah terjadi korban jiwa atau kerusakan lebih parah.
“Kita juga membawa perahu karet ke lokasi banjir parah untuk membantu masyarakat, kita juga sudah koordinasikan dengan instansi terkait agar bisa ikut membantu penanganan banjir,” tambahnya.
Dia mengaku, selama ini pihaknya terus menjalin komunikasi dengan BPBD kabupaten/kota yang terkena bencana alam, agar penanganan atau mitigasi bencana berjalan baik. Dengan begitu, bisa menekan kerugian materil dan non materil dilokasi banjir.
“Selain membantu penanganan banjir, atau bencana lainnya, kita juga sifatnya berkoordinasi dengan BPBD setempat agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan meminimalisir kerugian akibat bencana alam,” ujarnya.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem dan hujan lebat masih akan terjadi selama beberapa hari diwilayah Provinsi Banten.
“Cuaca ini diprediksi masih akan terjadi, makanya kita meminta kepada masyarakat agar bisa lebih waspada. Kita juga akan terus memantau semua lokasi yang berpotensi banjir,” tukasnya.
Baca Juga: 415 Titik Di Banten Rawan Kekeringan, Kabupaten Pandeglang Terbanyak
Sementara, Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten Madsira mengatakan, hujan lebat yang terjadi selama beberapa hari kemarin sampai hari ini, menyebabkan beberapa wilayah di Banten, terutama Kabupaten Pandeglang terendam banjir.
Selain banjir, kata dia, beberapa rumah warga di Kabupaten Pandeglang mengalami kerusakan akibat tertiup angin kencang atau tertimpa pohon. Kondisi itu, kata dia, membutuhkan penanganan dengan cepat agar korban tidak merasa khawatir.
“Pandeglang ini pasti kena banjir, kaya di Desa Idaman, Kecamatan Patia dan wilayah sekitarnya, jadi memang butuh penanganan cepat. Belum lagi rumah roboh, seminggu ini ada banyak yang roboh,” tuturnya.
“Kita sudah sampaikan bantuan perbaikan rumah yang roboh kepada instansi terkait, dan mudah-mudahan usulan bantuan yang kita sampaikan bisa segera direspons, karena kasihan juga kalau banjir terus terjadi,” timpalnya. (adib)
























