SATELITNEWS.COM, LEBAK–Sesosok jasad perempuan ditemukan mengapung di aliran Sungai Cimadur, Desa Suakan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Senin (12/1/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana, tersangkut di antara ranting pohon di tengah derasnya aliran sungai yang keruh akibat debit air tinggi.
Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui warga setempat. Dalam sebuah video berdurasi 0,19 detik yang diterima SatelitNews.Com, terdengar warga menyebut korban berjenis kelamin perempuan. Jasad terlihat mengapung tak bernyawa sebelum akhirnya dievakuasi secara gotong royong oleh kepolisian dan dibantu warga. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga bernama Anah (70), warga Kampung Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, membenarkan peristiwa tersebut. “Informasi yang saya dapat, korban merupakan nenek Anah usia sekitar 70 tahun, warga Desa Ciherang. Diduga hanyut dari wilayah Cibeber dan terbawa arus sejauh kurang lebih 5 kilometer hingga ditemukan di Sungai Cimadur,” kata Erwin, kepada SatelitNews.Com melalui sambungan teleponnya.
Kata Erwin, sebelum jasad korban ditemukan, keluarga sempat mengunggah pencarian orang hilang di media sosial. Dalam unggahan tersebut, keluarga menyebut korban telah hilang selama beberapa hari dan meminta bantuan masyarakat untuk menyebarkan informasi. Unggahan itu kini berakhir duka setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Bayah, Ipda Irwan, membenarkan adanya penemuan mayat lansia tersebut. Ia menyebut korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga. “Setelah kami mintai keterangan keluarga, korban ini sudah lansia dan dilaporkan hilang kurang lebih tiga hari. Setelah ditemukan meninggal dunia di Sungai Cimadur, korban sempat dibawa ke puskesmas. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar Irwan.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi peringatan keras bagi warga yang bermukim di bantaran sungai, terlebih di tengah cuaca ekstrem dan debit air yang terus meningkat. Aparat dan masyarakat diminta lebih waspada agar kejadian serupa tidak kembali menelan korban jiwa. (mulyana)
Baca Juga: Pekerja Cemindo Gemilang di Lebak Tewas Usai Terpeleset Tumpukan Semen
























