SATELITNEWS.COM, SERANG – Menutup tahun 2025, investasi di Banten capai Rp120,2 Triliun dan berhasil melampaui target, yaitu sekira Rp119,5 Triliun. Besarnya nilai investasi yang mencapai 108,91 persen itu, menjadi Banten peringkat empat nasional dengan nilai investasi terbesar.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, berdasarkan laporan yang didapat dari pihak Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Provinsi Banten menjadi empat besar nilai investasi terbesar secara nasional. Capaian itu, menjadi salah satu bukti Banten sebagai daerah aman dan menjanjikan untuk para investor.
“Kita sudah menerima laporannya dari pihak kementerian, laporan itu menjadi bukti bahwa Banten ini aman untuk investasi,” katanya, Minggu (18/1/2026).
Andra mengatakan, investasi merupakan salah satu elemen penting dalam menggerakan roda perekonomian daerah, karena didalamnya terdapat serapan tenaga kerja, pusat perekonomian baru, dan lainnya. Oleh karena itu, investasi tetapi menjadi salah satu penopang perekonomian di Banten.
“Meskipun masih ada bagian lain penggerak perekonomian, tetapi investasi tetap menjadi salah satu yang penting. Kota tetap berupaya agar investasi ini terus bertambah, karena akan ada banyak lapangan pekerjaan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan lainnya,” tambahnya.
Andra mengatakan, ada beberpaa sektor investasi baru di wilayah Banten, yaitu di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan daerah lainnya. Potensi itu, kata dia, bisa dimanfaatkan sebagai daya ungkit daerah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: HUT Ke-47 Perguruan Manderaga Pandeglang, Momentum Mengenang Sesepuh Pendekar Banten
“Ada beberapa wilayah untuk investasi baru, tinggal nanti bagaimana diaturnya supaya masyarakat lokal bisa diberdayakan. Karena selain mengurangi pengangguran, juga sebagai perbaikan perekonomian masyarakat kita juga,” ujarnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti mengatakan, secara kumulatif, total investasi Rp130,2 Triliun tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,2 Triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 5,2 Miliar dolar AS. Khusus pada sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp41,3 Triliun.
Sementara itu, untuk periode Triwulan IV atau dibulan Oktober sampai Desember 2025, Banten mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp38,6 Triliun. Angka ini disumbangkan oleh PMDN sebesar Rp19,3 Triliun dan PMA sebesar 1,4 miliar dolar AS. Pada triwulan ini, sektor hilirisasi turut menyumbang angka signifikan sebesar Rp17,5 Triliun, yang juga menempatkan Banten di peringkat keempat nasional untuk periode tersebut.
“Dengan realisasi tersebut, Provinsi Banten sukses naik peringkat ke posisi empat tertinggi secara nasional, menggeser posisi sebelumnya di peringkat kelima. Kenaikan peringkat ini berlaku baik untuk realisasi investasi secara keseluruhan maupun pada sektor hilirisasi,” tuturnya.
”Capaian realisasi investasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas daerah. Hal ini memberikan dampak positif dan kepercayaan bagi para investor terhadap iklim investasi di Provinsi Banten,” tambahnya.
DIa berharap, tren positif tersebut dapat berlanjut pada tahun 2026. Peningkatan investasi diharapkan tidak hanya sekadar angka, melainkan mampu memberikan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat Banten.
Baca Juga: Pemprov Banten Setujui Raperda Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM
”Semoga kinerja investasi ke depan semakin berkualitas, mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas, serta memperkuat struktural ekonomi Banten secara berkelanjutan,” imbuhnya. (adib)

















