SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kekayaan adat dan seni budaya Kabupaten Tangerang kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga jati diri daerah. Pesan itu disampaikan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat membuka Lokakarya Adat dan Seni Budaya di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka, Kecamatan Curug, Minggu (18/1).
Di hadapan peserta lokakarya, Bupati Maesyal Rasyid mengingatkan bahwa keberagaman adat dan seni budaya yang dimiliki Kabupaten Tangerang bukan sekadar ornamen masa lalu, melainkan modal sosial yang besar bagi pembangunan daerah.
“Kabupaten Tangerang memiliki keberagaman adat dan seni budaya yang sangat kaya. Ini merupakan modal sosial yang besar untuk membangun daerah yang harmonis, berkarakter, dan berdaya saing,” kata Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Minggu (18/1).
Ia menegaskan, adat dan seni budaya mengandung nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus zaman.
“Adat dan seni budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi warisan luhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati dirinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maesyal Rasyid menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mendukung pengembangan dan pelestarian seni budaya serta berbagai kearifan lokal lainnya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kebijakan, program, dan kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah daerah akan terus hadir dan mendukung pelestarian adat serta seni budaya melalui kebijakan, program, dan sinergi dengan komunitas budaya, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.
Ia berharap, lokakarya tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan program nyata sebagai rujukan kebijakan pelestarian budaya daerah ke depan.
“Saya berharap dari lokakarya ini lahir gagasan-gagasan konstruktif dan rekomendasi yang dapat kita tindak lanjuti bersama demi kemajuan budaya di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Tangerang juga menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) atas terselenggaranya lokakarya sebagai ruang diskusi dan perumusan langkah konkret pelestarian budaya.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada HMMI yang telah berinisiatif menyelenggarakan lokakarya ini. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah nyata dalam melestarikan adat dan seni budaya masyarakat Tangerang,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) Kabupaten Tangerang, Nurdin Satibi, mengatakan bahwa kekayaan adat dan seni budaya Kabupaten Tangerang harus dijaga dan dilestarikan agar dapat terus dinikmati oleh generasi penerus.
“Kekayaan seni dan budaya Kabupaten Tangerang yang majemuk ini harus dilestarikan. Jangan sampai generasi penerus Kabupaten Tangerang tidak mengetahui budaya daerahnya,” katanya. (alfian/aditya)