SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Tangerang sejak Kamis (22/1/2026) pagi menyebabkan genangan hingga banjir di 18 titik serta pohon tumbang di empat lokasi. Sejumlah jalan, permukiman, dan fasilitas umum terdampak, sementara sebagian warga terpaksa dievakuasi ke pos darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan hujan mulai turun sejak sekitar pukul 05.20 WIB dengan intensitas tinggi dan durasi panjang. Tim BPBD bersama aparat gabungan langsung diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan penanganan.
“Kami melakukan pemantauan, penyedotan genangan, evakuasi warga, serta penanganan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan. Semua dilakukan secara cepat agar dampak bagi warga dapat diminimalkan,” ujar Mahdiar.
Data BPBD mencatat, banjir terjadi di sejumlah kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 110 sentimeter. Di Kecamatan Benda, genangan setinggi 80 sentimeter terpantau di Jalan Atang Sanjaya dan Jalan Husein Sastranegara. Sementara di Kecamatan Cibodas, genangan mencapai 50 sentimeter di bawah Flyover Taman Cibodas dan hingga 100 sentimeter di Jalan Kalisabi, Uwung Jaya, yang turut berdampak pada kawasan industri.
Wilayah lain yang terdampak meliputi Kecamatan Jatiuwung, Periuk, Karang Tengah, Pinang, Larangan, dan Cipondoh. Di Kecamatan Cipondoh, genangan tertinggi tercatat di Jalan KH Ahmad Dahlan dengan ketinggian mencapai 110 sentimeter.
Selain banjir, empat pohon tumbang dilaporkan menimpa jalan dan bangunan. Di Jalan Jenderal Sudirman, pohon tumbang menutup akses jalan dan merusak pagar. Di Larangan Selatan, pohon tumbang menimpa dua unit kontrakan dan satu rumah warga. Pohon tumbang lainnya terjadi di Jalan Faliman Jaya dan Jalan Modern Golf Raya, mengganggu arus lalu lintas serta menimpa bangunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, menyebut sedikitnya lima kecamatan terdampak signifikan, yakni Benda, Cibodas, Jatiuwung, Periuk, dan Karang Tengah, dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 80 sentimeter. “Curah hujan tinggi dengan durasi cukup panjang membuat sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga terjadi limpasan ke jalan dan permukiman,” kata Andia.
BPBD bersama tim gabungan dari organisasi perangkat daerah (OPD), aparat setempat, dan relawan terus siaga di lapangan. Petugas melakukan evakuasi warga terdampak, memobilisasi perahu untuk menyeberangkan warga di area genangan, serta mengevakuasi pohon tumbang yang membahayakan.
Hingga Kamis siang pukul 12.30 WIB, BPBD mencatat tren debit air di sejumlah kali masih cenderung meningkat meski hujan mulai mereda. Aliran air kiriman dari wilayah hulu masih berpotensi memperpanjang durasi genangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga untuk wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya. Masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari wilayah rawan banjir, serta mengikuti arahan petugas. BPBD juga mengingatkan warga untuk mematikan aliran listrik apabila air mulai memasuki rumah dan segera mengamankan barang berharga. Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi Emergency Call Center 112 atau Hotline BPBD Kota Tangerang di nomor 021-5582144. (ari/made)