SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada, Kamis (22/1/2026) sore, menyebabkan genangan air di delapan titik permukiman dan ruas jalan.
Kepala Regu Satuan Tugas Penanganan Bencana BPBD Tangerang Selatan, Dian Wiryawan mengatakan genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga sistem drainase tidak mampu menampung debit air.
“Genangan air terjadi adanya intensitas hujan yang tinggi hingga menimbulkan genangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Adapun delapan titik genangan yang tercatat BPBD Tangsel antara lain:
Kampung Tembok Bolong RT 06 RW 12, Kelurahan Rempoa Tinggi muka air (TMA) mencapai sekitar 20 hingga 50 sentimeter dan berdampak pada sekitar 60 kepala keluarga (KK).
Perumahan CPS 2 RW 06, Kelurahan Kranggan. TMA berkisar 20 hingga 30 sentimeter. Saat ini kondisi genangan telah surut.
Perumahan Kencana Loka, Jalan Ciater Tandon, Kelurahan Ciater TMA sekitar 30 sentimeter yang sempat mengganggu akses jalan. Kondisi saat ini dilaporkan telah surut.
Jalan Jakon Leguti, Kelurahan Lengkong Gudang Timur. Genangan setinggi kurang lebih 20 sentimeter berdampak pada akses jalan dan kini telah surut.
Perumahan Alkafi, Jalan Kampung Gedong RW 13, Kelurahan Jombang. Ketinggian air berkisar 20 hingga 30 sentimeter dengan jumlah terdampak sekitar 50 KK. Saat ini genangan sudah surut.
Perumahan PKP RW 08, Kelurahan Pondok Kacang Timur. Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter dan berdampak pada sekitar 180 KK.
Jalan Gandasasmita, Kampung Bulak RT 002 RW 09, Kelurahan Serua. TMA berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter dengan jumlah terdampak sekitar 15 KK.
Jalan Raya Ceger, Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren. Genangan setinggi sekitar 30 sentimeter mengganggu akses jalan raya.
BPBD Tangsel terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak, serta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Hingga pukul 19.46 WIB, terpantau air masih menggenang salah satunya Jalan Raya Ceger yang menyebabkan aktivitas kendaraan terhambat. Bagi yang ingin melewati jalan tersebut, disarankan mencari jalan alternatif. (eko)

















