SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Genangan banjir yang merendam Perumahan Periuk Damai, RW 08, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Hingga Selasa (27/1/2026), upaya terpadu lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat surutnya air sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Pantauan di lokasi pengungsian Masjid Jami Al-Jihad, Perum Periuk Damai, aktivitas penanganan banjir masih berlangsung intens. Sejumlah mesin pompa portabel terus dioperasikan, sementara aparat pemerintah, TNI, dan relawan bahu-membahu menjaga stabilitas wilayah serta membantu warga yang masih terdampak.
Camat Periuk, Andika Nugraha, menyampaikan bahwa hingga Selasa sore, kondisi genangan air menunjukkan perkembangan positif. Berkat kerja sama lintas sektor, debit air perlahan surut meski belum sepenuhnya aman. “Alhamdulillah, dengan kerja sama teman-teman Damkar, BPWS, PU, dan seluruh unsur di lapangan, ditambah dengan mesin pompa portabel, sampai sore hari ini sudah terjadi penyusutan yang cukup signifikan,” ujar Andika saat ditemui di lokasi pengungsian. Diharapkan pada Rabu (28/1/2026) kondisi wilayah terdampak sudah cukup aman untuk dilalui warga, sekaligus memungkinkan dimulainya pembersihan lingkungan secara bertahap.
Namun demikian, Andika mengakui bahwa di sejumlah titik terdalam, genangan air masih mencapai sekitar 1,5 meter. Operasional pompa dilakukan secara bergantian untuk mencegah kerusakan mesin akibat panas berlebih. “Kita berharap mesin pompa tetap bekerja secara efektif. Kadang perlu jeda supaya tidak overheat. Targetnya, besok pagi air bisa turun lebih signifikan,” kata dia.
Sejak hari pertama banjir melanda, jumlah warga terdampak tercatat cukup besar. Andika menyebutkan, secara keseluruhan terdapat sekitar 2.600 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Kecamatan Periuk. “Dari puncaknya sempat mencapai sekitar 5.000 warga terdampak, sekarang sudah banyak yang kembali ke rumah. Saat ini tersisa sekitar 1.800 warga yang masih terdampak,” ujarnya.
Pemerintah masih mengoperasikan empat posko pengungsian yang didukung dua dapur umum. Hingga Selasa, jumlah warga yang masih mengungsi tercatat sekitar 1.690 jiwa. Bagi warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing meski kondisi belum sepenuhnya pulih, Camat Andika mengimbau agar tetap berkoordinasi dengan petugas di lapangan. “Kami harap warga bisa menyesuaikan kondisi. Jika ada kebutuhan mendesak, silakan diinformasikan. Petugas kami siap membantu dan memfasilitasi apa yang diperlukan,” tegasnya.
Baca Juga: 13.718 Warga Terdampak Banjir di Periuk Damai, Ribuan Mengungsi kembali
Andika menegaskan, sejak awal bencana hingga hari ini, peran pemerintah daerah terus berjalan secara menyeluruh. Selain penanganan infrastruktur dan penyedotan air, kebutuhan logistik dan kesehatan warga juga menjadi perhatian utama. “Dari dapur umum, infrastruktur, PU sudah bekerja sejak awal. Damkar, TNI, Polri juga ikut bergabung. Alhamdulillah sinergitas berjalan dengan baik,” katanya. Ia berharap cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tangerang Raya segera mereda agar proses penanganan banjir dapat berlangsung lebih cepat dan optimal. “Pemerintah hadir dan akan terus bersama masyarakat. Kami tidak akan meninggalkan warga,” ujar Andika menegaskan.
Terkait penyebab banjir, Andika menjelaskan bahwa genangan kali ini dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem dan tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu. “Curah hujan sangat tinggi, ditambah debit kiriman air dari hulu yang tidak tertampung, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman,” jelas Camat yang baru berpindah tugas dari Neglasari ini.
Ia juga menambahkan, pengoperasian pompa di kawasan Periuk Damai sempat terkendala karena volume air di Situ Bulakan belum memungkinkan untuk dilakukan pembuangan secara optimal. Namun, sejak dua hari terakhir, pompa mulai dapat difungsikan secara maksimal. Danramil 06/Cibodas, Mayor Kav Andri Budi Negoro, menegaskan bahwa TNI akan selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat. “Begitu kami mengetahui masyarakat terdampak banjir, kami langsung membuka dapur umum dan membantu proses evakuasi,” ujar Budi Negoro. (ari)
