SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, segera direalisasikan. Anggaran sebesar Rp59 miliar telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Permukiman (Perkim).
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengatakan Pemkab Lebak saat ini fokus menyelesaikan tahapan pematangan lahan seluas 5 hektare sebagai syarat utama dimulainya pembangunan huntap. “Untuk Cigobang, sebenarnya tugas kita menyiapkan lahan sudah lima hektare. Cut and fill-nya sekitar Rp2,8 miliar,” kata Amir Hamzah, kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Ia mengungkapkan, kepastian anggaran pembangunan huntap diperoleh setelah pertemuan dengan Komisi V DPR RI. Dalam rapat tersebut, pembangunan Huntap Cigobang resmi ditetapkan dengan nilai Rp59 miliar yang bersumber dari Kementerian Perkim. “Alhamdulillah kemarin sudah ketemu Komisi V DPR RI, ditetapkan pembangunan Huntap Rp59 miliar. DPR sudah memerintahkan. Ini juga berkat peran wartawan yang terus memberitakan, saya memang agak keras sedikit,” ujarnya.
Menurut Amir, anggaran tersebut harus terserap paling lambat April 2026. Proses lelang pekerjaan pematangan lahan telah dilakukan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. “Cut and fill kemarin sudah lelang. Tidak lama lah selesai. Pokoknya sebelum bulan April selesai,” tegasnya.
Namun demikian, Amir mengakui sempat terjadi dinamika terkait jadwal pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan hasil rapat sebelumnya, pembangunan direncanakan mulai Maret, meski realisasi di lapangan masih menyesuaikan kesiapan teknis dan anggaran.
“Saya sudah rapat dengan Menko, Wakil Menteri Keuangan, Kepala BPBD, Menteri Keuangan, dan Menteri PU. Informasinya akan dibangun bulan Oktober. Saya sangat gembira, sampai saya umumkan ke penghuni huntara. Tapi ternyata sempat batal dilaksanakan,” ungkapnya.
Baca Juga: Warga Terdampak Banjir di Cipondoh Diberi Bantuan Logistik
Saat ini, sebanyak 221 jiwa korban bencana banjir bandang dan longsor tahun 2020 masih bertahan di hunian sementara (huntara). Kondisi huntara dinilai memprihatinkan karena sebagian besar bangunan terbuat dari bambu dan terpal dengan lantai tanah.
Sementara, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, memastikan proses pematangan lahan akan segera dilakukan dan meminta warga terdampak untuk bersabar. “Pematangan lahan akan segera dilaksanakan. Kami minta warga untuk bersabar, karena proses ini sedang berjalan,” kata Febby.
Pemkab Lebak berharap pembangunan Huntap Cigobang dapat segera dimulai agar para korban bencana bisa menempati hunian yang layak setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. (mulyana)
























