SATELITNEWS.COM, SERANG — Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Cilegon, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT. Vopak, pasca kejadian dugaan gas zat kimia. Kedatangan wakil rakyat tersebut, ingin memastikan warga sekitar selain ditangani juga melihat SOP PT.Vopak dalam menangani insiden kejadian zat kimia.
Wakil Ketua I Komisi IV DPRD Cilegon, Aflahul Aziz Ahmad mengatakan, meminta kepada pihak terkait atau yang berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus pencemaraan udara yang dilakukan oleh PT Vopak.
“Jikalau terjadi pelanggaran, kami meminta agar diberikan sanksi hukum yang tegas, karena sudah menimbulkan pencemaran udara,” katanya, Minggu (1/2/2026).
Sanksi tersebut, kata dia, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, karena ada puluhan warga yang terdampak akibat asap zat kimia tersebut.
“Gas yang keluar dari PT Vopak, mengakibatkan 58 orang warga di Linkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, batuk-batuk, mual-mual, muntah-muntah dan sesak nafas,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memanggil PT. Vopak untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Sehingga, bisa terlihat seperti apa asal muasal terjadinya gas kimia yang terlihat dalam video.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
“Kami akan memanggil PT Vopak, untuk dilakukan RDP. Juga dengan instansi terkait, serta memberikan penjelasan asap apa yang keluar dari celah tangki tersebut,”tuturnya.
Sementara, Pasca insiden kebocoran gas asam nitrat (HNO₃) dari PT Vopak Terminal Merak, Sabtu (31/1/2026), Puskesmas Grogol bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon langsung melakukan penanganan medis terhadap warga terdampak.
Penanganan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, didampingi jajaran tenaga kesehatan, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Grogol, dr. M. Arief Gunawan.
dr. M. Arief Gunawan menyampaikan, hingga Sabtu sore tercatat 56 warga mendatangi Puskesmas Grogol, dengan berbagai keluhan kesehatan.
“Total yang datang sebanyak 56 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 43 perempuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mayoritas keluhan yang dialami warga diduga akibat paparan gas dari kebocoran tersebut.
Baca Juga: SPPG Diduga Melanggar SOP, LIPP Banten Minta Pemerintah Segera Bertindak
“Keluhan yang kami temukan cukup variatif, mulai dari gatal-gatal, sesak napas, hingga batuk. Ini merupakan dampak langsung, yang paling banyak dirasakan,” ujar Arief.
Meski demikian, ia memastikan seluruh warga yang diperiksa tidak memerlukan perawatan inap dan telah dipulangkan setelah mendapat penanganan medis.
“Alhamdulillah, semua sudah pulang dan tidak ada yang dirawat,” tandasnya.
Sebagian besar warga terdampak, diketahui berasal dari lingkungan sekitar PT Vopak Terminal Merak, khususnya wilayah Kali Baru dan sekitarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Puskesmas Grogol dan Dinkes Kota Cilegon melakukan pembagian masker kepada masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Puskesmas Grogol siaga 24 jam, untuk melayani warga apabila masih muncul keluhan akibat insiden ini,” pungkasnya. (sidik)
Baca Juga: Simpang Caringin Pandeglang Minim PJU Dan Rambu-rambu
