Minggu, 25 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Panas Sengketa Lahan di Pinang, Puluhan Orang Datangi Lahan Warga

Oleh Made Nusantara
Minggu, 1 Feb 2026 16:55 WIB
Rubrik Kota Tangerang, Metro Tangerang
Panas Sengketa Lahan di Pinang, Puluhan Orang Datangi Lahan Warga

Erdi Karo-Karo, Kuasa Hukum Warga. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sengketa lahan antara warga dan pihak pengembang memanas di Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (30/1/2026). Sekitar 30 orang tak dikenal mendatangi sebidang tanah yang menjadi rebutan dengan warga setempat. Kedatangan mereka dinilai bersifat intimidatif dan diduga berkaitan dengan klaim sepihak perusahaan properti atas lahan tersebut.

Kuasa hukum keluarga pemilik tanah, Erdi Karo-Karo, menilai peristiwa itu sebagai bentuk premanisme terorganisasi. Ia mendesak kepolisian bertindak tegas karena situasi dianggap telah berulang dan menimbulkan rasa takut bagi kliennya. “Kami melihat ada gerakan baru dengan modus yang sama seperti sebelumnya. Jumlah orang yang datang cukup banyak dan beringas, sekitar 30 orang. Ada rekaman videonya. Ini jelas intimidasi,” kata Erdi saat ditemui di lokasi, Minggu (1/2/26).

Menurut dia, peristiwa terbaru ini bukan insiden tunggal, melainkan rangkaian dari konflik panjang antara keluarga ahli waris dengan pihak pengembang yang mengklaim kepemilikan sebagian lahan. Erdi mengungkapkan, beberapa hari sebelum kejadian, kepolisian sempat menahan empat orang terduga pelaku premanisme setelah adanya laporan intimidasi terhadap kliennya. Namun, keempatnya kemudian dilepaskan. Keputusan itu dinilai berdampak langsung terhadap situasi keamanan di lapangan.

“Tindakan pelepasan itu membuat para pelaku merasa di atas angin. Seolah-olah tidak ada aparat penegak hukum di Tangerang yang bisa memberi rasa aman bagi warga,” ujarnya. Ia menilai kepolisian sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat seharusnya tegas. “Kalau sudah pernah ditangkap lalu dilepas tanpa efek jera, wajar kalau mereka makin berani datang lagi dengan jumlah lebih besar,” katanya. Menurut Erdi, dalam beberapa rekaman video, kelompok tersebut bahkan tidak menunjukkan rasa takut terhadap aparat. “Mereka seperti yakin tidak akan disentuh hukum,” ucapnya.

Lahan yang disengketakan memiliki luas total 3.430 meter persegi berdasarkan girik C308 milik keluarga Dina Mardiana, ahli waris pemilik tanah. Namun sekitar 2.000 meter persegi diklaim sebagai milik perusahaan pengembang. Dina mengatakan keluarganya telah menguasai tanah itu secara turun-temurun selama puluhan tahun. “Bapak saya sudah 80 tahun tinggal di sini. Dari dulu kita yang urus, tanam, dan bayar pajaknya,” ujarnya.

Setiap tahun, keluarga rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bukti pembayaran disimpan lengkap. “Kami bayar terus, tidak pernah telat,” katanya. Ia mempertanyakan dasar klaim perusahaan.“Mereka bilang sudah beli dari orang, tapi tidak pernah sebut beli dari siapa,” ucap Dina. Menurutnya, secara logika, pembelian tanah satu hamparan seharusnya diketahui pemilik sekitar. “Ini satu surat, satu bidang. Masa bisa beli tengah-tengah tanpa kami tahu?” katanya.

Baca Juga: RDP Makam Galeong Berujung Damai

Konflik bermula pada 2024 saat alat berat didatangkan ke lokasi. Tanah diratakan meski sudah dipagari warga. “Kami sudah pagar dan pasang plang, tapi tetap didozer,” kata Yuli.

Sejak itu, perusakan disebut terjadi berulang. Setiap pagar atau plang yang dipasang kembali dihancurkan. “Baru dipasang, besok rusak lagi,” ujarnya. Ia juga mengaku pernah menghadapi rombongan yang jumlahnya ratusan orang. “Datangnya ramai-ramai, bawa dozer. Kami perempuan semua, jelas takut,” katanya.

BeritaTerbaru

PMI Kecamatan Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga Cipete

PMI Kecamatan Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga Cipete

Minggu, 25 Okt 2026 18:33 WIB
Ironi Miras Beredar dekat Kantor Kecamatan Cibodas

Ironi Miras Beredar dekat Kantor Kecamatan Cibodas

Minggu, 25 Okt 2026 15:09 WIB
Dua Anak di Tangsel Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri, Salah Satunya Hamil

Siswa SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Bakal Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 25 Okt 2026 14:49 WIB
Dampak Kebijakan Lahan Sawah Dilindungi, PAD Kabupaten Tangerang Tertekan

Dampak Kebijakan Lahan Sawah Dilindungi, PAD Kabupaten Tangerang Tertekan

Minggu, 25 Okt 2026 10:07 WIB

Dalam sejumlah mediasi di tingkat kecamatan maupun Kepolisian, Yuli menyebut pihak perusahaan tidak pernah menunjukkan dokumen asli kepemilikan. “Perusahaan tidak pernah mengeluarkan surat hak resmi, hanya secara omongan aja katanya telah membeli dari PT lain dan sudah bersertifikat. Kita bawa dan punya surat yang asli,” ujarnya. Saat diminta memperlihatkan sertifikat asli, jawaban yang diterima selalu sama. “Katanya ada di kantor. Tapi tidak pernah dibuktikan,” tambahnya.

Erdi menilai, jika memang perusahaan memiliki legalitas kuat, sengketa bisa diselesaikan secara terbuka. “Kalau benar punya hak, tunjukkan warkah asal-usul sertifikat. Jangan pakai tekanan massa,” katanya. Ia bahkan menduga, jika asal-usul tidak jelas, sertifikat yang diklaim bisa bermasalah.

“Kalau tidak berasal dari riwayat tanah klien kami, kami patut menduga dokumennya tidak sah,” ujarnya. Benturan fisik juga dilaporkan terjadi. Dina telah menjalani pemeriksaan medis. “Dari hasil visum ada lebam di tangan dan beberapa titik tubuh. Detailnya di penyidik,” kata Erdi.

Meski tidak parah, luka tersebut memperkuat dugaan adanya tindakan kekerasan. “Korbannya perempuan. Tapi yang datang puluhan orang. Ini jelas tidak proporsional,” ujarnya.

Baca Juga: Kisruh Tiga Surat Tanah di Pinang, DPRD Tangerang Tunda Hearing Gara-Gara Pihak Terlapor Mangkir

Keluarga telah melapor ke Polres Metro Tangerang Kota. Namun proses hukum dinilai lamban. “Buat apa masyarakat lapor kalau tidak ditindaklanjuti?” kata Erdi. Karena itu, pihaknya mengadu ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Dalam surat tertanggal 14 Januari 2026, Kompolnas menyebut perusahaan yang diduga terlibat telah dipanggil dua kali oleh penyidik namun tidak hadir. “Sudah dipanggil secara patut dua kali, tapi tidak datang. Ini jelas tidak menghormati proses hukum,” kata Erdi.

Ia menyayangkan tidak ada langkah tegas terhadap ketidakhadiran tersebut. “Kalau warga biasa tidak datang, bisa dijemput paksa. Kenapa perusahaan besar tidak?” ujarnya. Dina juga mengaku telah mengecek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Berdasarkan informasi yang diterima, lahan tersebut belum bersertifikat atas nama perusahaan. “Katanya belum ada sertipikatnya. Masih tanah garapan atau negara,” katanya.

Sementara keluarga memegang girik dan tengah mengurus peningkatan status menjadi sertifikat. “Prosesnya jadi terhambat gara-gara sengketa ini,” ujarnya. Erdi meminta pemerintah daerah dan kepolisian mengevaluasi penanganan perkara. Ia bahkan meminta perhatian pemerintah pusat. “Presiden sudah sering bilang jangan kriminalisasi rakyat kecil. Kami minta itu ditegakkan,” katanya.

Menurutnya, negara harus hadir melindungi warga, bukan memberi ruang intimidasi. “Kalau aparat tidak tegas, masyarakat kehilangan kepercayaan,” ujarnya. Ia mendesak penangkapan kembali para terduga pelaku, penyitaan alat yang digunakan untuk merusak properti, serta pemeriksaan legalitas perusahaan secara transparan. Di tengah ketidakpastian, Dina memilih bertahan. “Ini hak kami. Kami cuma minta keadilan,” katanya.

Ia berharap sengketa diselesaikan melalui jalur hukum, bukan tekanan. “Jangan karena mereka perusahaan besar, terus seenaknya gusur tanah rakyat kecil,” ujarnya. Ibunya menambahkan, keluarga kini hidup dalam ketakutan. “Jangan tiap hari datang dozer, datang orang-orang seram. Kita trauma,” katanya. (ari)

 

 

Tags: Panas Sengketa Lahan di PinangPuluhan Orang Datangi Lahan Wargasengketa lahan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pengadilan Agama Tigaraksa Uji Coba Penggunaan AI, Ini Batasannya
Headline

Pengadilan Agama Tigaraksa Uji Coba Penggunaan AI, Ini Batasannya

Minggu, 25 Okt 2026 10:02 WIB
KNPI Kota Tangerang Colour Night Run 2026, Wujud Kolaborasi Antar Pemuda
Bola & Sport

KNPI Kota Tangerang Colour Night Run 2026, Wujud Kolaborasi Antar Pemuda

Minggu, 25 Okt 2026 08:13 WIB
Ketua DPRD Ajak GAMKI Kota Tangerang Terlibat dalam Pembangunan
Kota Tangerang

Ketua DPRD Ajak GAMKI Kota Tangerang Terlibat dalam Pembangunan

Minggu, 25 Okt 2026 08:05 WIB
Warga Pasar Kemis Kini Bisa Urus Administrasi Kependudukan di Malam Hari
Kabupaten Tangerang

Warga Pasar Kemis Kini Bisa Urus Administrasi Kependudukan di Malam Hari

Minggu, 25 Okt 2026 07:59 WIB
Kampung Jimpitan Kota Tangerang Jadi Model Percontohan Ruang Bersama Indonesia
Kota Tangerang

Kampung Jimpitan Kota Tangerang Jadi Model Percontohan Ruang Bersama Indonesia

Minggu, 25 Okt 2026 07:48 WIB
Headline

TPA Rawa Kucing Kota Tangerang Sempat Terbakar, BPBD: Sudah Dipadamkan

Minggu, 25 Okt 2026 06:18 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

MENJENGUK -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menjenguk bayi yang dibuang dalam kantong kresek dan ditemukan di Pesisir Pantai Bunda, Panimbang, yang tengah menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, Selasa (20/10/2026). (ISTIMEWA)

Bayi Yang Ditemukan di Pesisir Pantai Bunda Panimbang Pandeglang Diberi Nama Sementara

Selasa, 20 Okt 2026 18:53 WIB
PELATIHAN -- Sejumlah Guru SMAN 16 Pandeglang, mengikuti pelatihan jurnalistik di lingkungan sekolah setempat. (ISTIMEWA)

Guru dan Pelajar SMAN 16 Pandeglang Dibekali Kemampuan Jurnalistik

Sabtu, 24 Okt 2026 08:37 WIB
Tottenham Hotspur Akhirnya Menang Juga

Tottenham Hotspur Akhirnya Menang Juga

Selasa, 20 Okt 2026 19:15 WIB
Dari Bilik Pesantren ke Ruang Sidang, Merawat Ruh Santri dalam Wajah Peradilan Agama

Dari Bilik Pesantren ke Ruang Sidang, Merawat Ruh Santri dalam Wajah Peradilan Agama

Minggu, 25 Okt 2026 14:41 WIB
Cegah Banjir, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp50 Miliar

Cegah Banjir, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp50 Miliar

Selasa, 20 Okt 2026 14:54 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.