SATELITNEWS, LEBAK–Menjelang perayaan Imlek 2026 dan bulan suci Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Lebak mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini tidak hanya menekan daya beli masyarakat, tetapi juga berdampak pada turunnya omzet pedagang.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya telur ayam, gula, minyak goreng curah, hingga minyak goreng kemasan berbagai merk, termasuk Minyakita. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, Minggu (8/2/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas jual beli cenderung lesu. Lapak pedagang tampak lengang. Sebagian pedagang hanya duduk menunggu pembeli, sementara lainnya merapikan barang dagangan karena sepinya transaksi.
Salah seorang pedagang sembako, Yubi (53), mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sekitar empat hari terakhir. Ia menyebut harga telur ayam yang sebelumnya Rp28.000 per kilogram kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.
Sementara minyak goreng curah naik dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per liter. “Kalau minyak goreng kemasan semua merek naik. Minyakita sekarang sudah tidak sesuai HET, dijual Rp19.000 per liter, sama dengan minyak kemasan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga berdampak langsung pada jumlah pembeli. Bahkan, omzet penjualan yang biasanya meningkat saat akhir pekan justru merosot tajam. “Sekarang sepi. Omzet turun sampai sekitar 45 persen. Harapannya harga bisa stabil lagi, supaya pasar ramai,” kata Yubi.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dorong OPD Perkuat Inovasi untuk Raih Dukungan Pusat
Keluhan juga datang dari kalangan warga. Lefi (47), ibu rumah tangga asal Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, mengaku kenaikan harga sangat memberatkan kondisi ekonomi keluarga. “Harga-harga sekarang melonjak, sementara pemasukan tidak ikut naik. Minyak itu kan kebutuhan pokok, jadi jelas keberatan,” tuturnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Lefi membantu perekonomian keluarga dengan usaha kecil-kecilan, seperti berjualan gorengan dan makanan ringan untuk anak-anak. Ia berharap pemerintah dapat lebih berperan dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang hari besar keagamaan. “Harapannya pemerintah ikut andil, harga-harga bisa diturunkan atau setidaknya stabil,” ucapnya. (mulyana)

















