Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Menteri Lingkungan Hidup: Pencemaran Sungai Cisadane Berdampak Serius

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 12 Feb 2026 11:40 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangsel, Metro Tangerang
Dalami Unsur Pidana, Polres Tangsel Panggil Pengelola Gudang Taman Tekno

DIPERIKSA: Tong berisi zat kimia milik PT Biotek Saranatama di Taman Tekno Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diberi garis polisi. Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penyelidikan terkait insiden kebakaran gudang pestisida tersebut. (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang kimia di Taman Tekno Tangsel meluas hingga 22,5 kilometer. KLH/BPLH telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama yang mengakibatkan cairan pestisida mencemari sungai.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan gudang yang terbakar pada, Senin (9/2) itu diketahui menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, bahan kimia yang umum digunakan untuk pengendalian hama tanaman. Sekitar 20 ton pestisida terbakar dalam kejadian tersebut. Air sisa pemadaman kebakaran yang bercampur residu bahan kimia kemudian mengalir ke Sungai Jeletreng dan bermuara ke Sungai Cisadane, sehingga menyebabkan pencemaran serius.

“Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya, Rabu (11/2).

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, pencemaran di Sungai Cisadane telah meluas hingga kurang lebih 22,5 kilometer. Dampaknya mencakup wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang.

Sejumlah dampak ekologis telah teridentifikasi, di antaranya kematian berbagai biota akuatik seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu. Kematian massal ikan tersebut menjadi indikasi kuat adanya paparan zat beracun di perairan.

Sebagai tindak lanjut, KLH/BPLH telah melakukan pengambilan sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane. Selain itu, sepuluh sampel ikan mati turut dikumpulkan untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap air Sungai Jeletreng, air tanah di sekitar lokasi, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.

Baca Juga: Aktivis Peduli Sungai di Tangerang Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Ide Konyol

“Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah. Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” ungkapnya.

Hanif menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti insiden ini sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah juga memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diterapkan perusahaan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, hari ini Kamis (12/2), melakukan susur Sungai Jeletreng untuk menaburkan zat penetral sebagai langkah awal pemulihan kualitas air yang tercemar imbas peristiwa kebakaran Gudang Peptisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Setu, Senin (9/2) lalu. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, langkah tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang digelar sehari sebelumnya bersama Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, serta OPD terkait lainnya.

“Sudah kita lakukan rapat koordinasi persiapan. Besok kita turun bersama Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan OPD lain, termasuk mengajak aliansi lingkungan hidup untuk sama-sama menyusuri Sungai Jeletreng sekaligus melakukan normalisasi,” ujar Pilar saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Rabu (11/2).

Menurut Pilar, kegiatan susur sungai dilakukan beriringan dengan agenda paguyuban perusahaan di kawasan Taman Tekno. Setelah agenda tersebut selesai, seluruh pihak langsung bergerak menuju aliran sungai untuk melakukan penanganan.

“Jadi acaranya berbarengan. Setelah kegiatan di Taman Tekno, kita langsung turun ke sungai. Ini bagian dari upaya memperbaiki kualitas sungai agar kondisinya terus membaik,” jelasnya.

Baca Juga: Air Sungai Cisadane Hitam, BPBD Kota Tangerang Minta Warga Waspada

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Tangsel akan menggunakan sejumlah bahan kimia sebagai zat penetral untuk mengikat residu kimia yang diduga masih tersisa di aliran sungai. Penanganan ini dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium secara lebih rinci.

“Salah satunya memang dari perusahaan, tapi dari Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan langkah-langkah agar penanganan semakin maksimal. Perusahaan siap bertanggung jawab, namun pemerintah juga punya kewajiban menjaga ekologi sungai,” tegas Pilar.

Terkait jenis bahan kimia yang digunakan, Pilar mengaku tidak dapat menjelaskan secara teknis. Namun ia memastikan bahan tersebut berfungsi untuk mengikat sisa residu agar tidak terus mencemari aliran sungai.

“Kita juga minta ada pengecekan berkala ke sungai dalam beberapa bulan ke depan supaya bisa dipantau terus perkembangannya,” katanya.

Pilar menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat penggunaan air sungai. Pemkot Tangsel juga terus melakukan pemantauan melalui program Ngider Sehat, dengan menyisir permukiman warga di sepanjang aliran sungai.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada laporan warga sakit. Yang sempat terjadi hanya kasus ikan mati pada hari kejadian dan H+1. Besok kita lihat lagi kondisi ekologinya seperti apa,” ujarnya.

Terkait perizinan gudang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, Pilar mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan data perizinan yang ada di daerah. Saat ini, perizinan usaha terpusat melalui sistem OSS di pemerintah pusat, sementara Pemkot Tangsel memiliki data Tanda Daftar Gudang (TDG).

“Ke depan mudah-mudahan ada sinkronisasi data dari pusat ke daerah, supaya kalau ada kejadian kita bisa lebih cepat berkoordinasi. Tapi yang paling penting sekarang adalah menata kembali ekologi sungainya,” jelasnya.

Ia menegaskan, proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Sementara Pemkot Tangsel fokus pada pemulihan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Bagi kami yang paling utama adalah keselamatan manusia, hewan, dan ekologi sungai. Itu yang sedang kita prioritaskan,” pungkas Pilar. (eko)

BeritaTerbaru

Viral Dua Pria Baku Pukul di SPKLU Suvarna Sutera, Diduga Rebutan Isi Daya Mobil Listrik

Viral Dua Pria Baku Pukul di SPKLU Suvarna Sutera, Diduga Rebutan Isi Daya Mobil Listrik

Kamis, 10 Sep 2026 19:28 WIB
Pemkab Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siap Siaga dan Antisipasi Dampak Erupsi

Pemkab Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siap Siaga dan Antisipasi Dampak Erupsi

Kamis, 10 Sep 2026 19:23 WIB
Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Kamis, 10 Sep 2026 19:19 WIB

Culinary Day 2026 Hadir Meriahkan Tangerang 10K, 80 Tenant Siapkan Kuliner Khas Kota Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
Tags: Menteri Lingkungan HdupPencemaransungaiSungai Cisadanezat kimia
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

EJN Berguru ke Maestro Bambu, Siapkan Gerakan Pelestarian Bambu di Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

EJN Berguru ke Maestro Bambu, Siapkan Gerakan Pelestarian Bambu di Kabupaten Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
Headline

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Kamis, 10 Sep 2026 17:23 WIB
Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi
Kota Tangerang

Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi

Kamis, 10 Sep 2026 17:15 WIB
Warga Komplek Nusa Indah Tolak Pembangunan SMPN 25 Tangerang Selatan, Ini Alasannya
Kota Tangsel

Warga Bukit Nusa Indah Surati Wali Kota Tangsel Soal Penolakan SMPN 25

Kamis, 10 Sep 2026 17:07 WIB
Kasus Kandang Ayam di Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Warga Kirimkan Somasi
Headline

Kasus Kandang Ayam di Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Warga Kirimkan Somasi

Kamis, 10 Sep 2026 16:56 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan melakukan pencarian rombongan wartawan, yang dikabarkan hilang di Perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Hari Ketiga, Pencarian Wartawan Hilang di Banten Diperluas Menjadi Enam Sektor

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Rabu, 9 Sep 2026 07:33 WIB
529 KK di Kabupaten Tangerang Protes Ketidaksesuaian Desil DTSEN

529 KK di Kabupaten Tangerang Protes Ketidaksesuaian Desil DTSEN

Senin, 7 Sep 2026 20:32 WIB
Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas

Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas

Senin, 7 Sep 2026 17:56 WIB
Sofwan Kurnia Pimpin BI Banten, Dewi Setiani Dorong Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Sofwan Kurnia Pimpin BI Banten, Dewi Setiani Dorong Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Jumat, 4 Sep 2026 14:27 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.