SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Warga yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, masih memanfaatkan air Sungai Cisadane untuk mencuci pakaian. Aktivitas itu tetap dilakukan meski mereka telah mendengar kabar dugaan pencemaran pestisida di aliran sungai tersebut.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat membawa ember dan pakaian kotor ke tepian sungai. Mereka mencuci dan membilas pakaian menggunakan air yang mengalir seperti biasa.
Nengsih (68), warga Beringin, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, mengatakan sudah puluhan tahun mencuci di sungai terbesar di Kota Tangerang inj. Menurutnya, kebiasaan itu sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
“Dari dulu memang nyuci di sini, sudah biasa. Jadi ya tetap saja ke sini,” kata Nengsih kepada wartawan.
Ia mengaku sempat mendengar informasi soal dugaan pencemaran pestisida. Namun, ia tetap datang untuk mencuci karena merasa hanya menggunakan air sungai untuk kebutuhan tersebut.
“Sudah kebiasaan saja. Dari dulu juga pakai air sini buat nyuci,” ulangnya.
Nengsih menegaskan air sungai tidak digunakan untuk konsumsi. Ia dan keluarganya hanya memanfaatkan air kali untuk mencuci pakaian.
Baca Juga: Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang Desak Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Cisadane
“Kalau buat minum tentu tidak. Ini cuma buat nyuci saja seperti biasa,” ucapnya.
Meski demikian, ia berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi air sungai. Menurutnya, warga perlu mendapat kepastian apakah air tersebut aman atau berbahaya.
Hingga saat ini, aktivitas mencuci di bantaran Sungai Cisadane masih berlangsung seperti biasa di tengah isu dugaan pencemaran yang beredar. (ari)
























