SATELITNEWS.COM, SERANG – Momen Ramadan 1447 Hijriyah, dimanfaatkan Pemprov Banten sebagai salah satu momen mendengar keluhan langsung dari masyarakat. Melalui kegiatan Safari Ramadan, Gubernur Andra Soni berkeliling kesemua wilayah untuk mendengar keluhan warga Banten.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dilakukan Pemprov Banten bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tapi, menjadi ruang dialog dan penyampaian solusi langsung kepada masyarakat.
“Safari Ramadan ini, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah silaturahmi dan dialog, antara pemerintah dan masyarakat,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Andra Soni juga menyampaikan, beberapa program prioritas Pemprov Banten, salah satunya sekolah gratis. Pada 2025, lanjut Anrea, ada sebanyak 60.705 siswa yang tidak tertampung di SMA, SMK, dan SKh negeri telah difasilitasi masuk sekolah swasta melalui mekanisme kerja sama Sekolah Gratis.
“Program itu, akan diperluas termasuk ke Madrasah Aliyah swasta. Ia meminta dukungan masyarakat dan DPRD agar program unggulan sekolah gratis terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga,” tambahnya.
Selain sektor pendidikan, ketersediaan lapangan pekerjaan, juga menjadi salah satu program prioritas Pemprov Banten.
Baca Juga: Gubernur Andra Doakan Lima Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Terlebih, pada tahun 2025 lalu, nilai investasi di Provinsi Banten sampai Rp 130,2 Triliun, namun penyerapan tenaga kerja baru sekitar 214 ribu orang.
“Artinya, kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan mendapatkan peluang kerja,” pungkasnya.
Selain berdialog, Pemprov Banten juga menyalurkan bantuan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Banten berupa uang tunai Rp10 juta untuk Masjid Jami Nurul Huda, bantuan sarana dan prasarana pendidikan keagamaan untuk pondok pesantren, 100 paket sembako, bantuan untuk guru ngaji dan marbot masjid, serta kursi roda dan tongkat bantu jalan bagi lansia.
Bantuan pendidikan juga diberikan kepada tujuh siswa tingkat SLTA masing-masing sebesar Rp 1,2 juta. Selain itu, bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 25 juta diserahkan kepada Asep Purnomo.
Dua lembaga, Yayasan Rosi dan Peduli Insani, masing-masing menerima bantuan pengadaan air bersih sebesar Rp 15 juta. (adib)
























