SATELITNEWS.COM, SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, mengajak seluruh Pemda di Banten untuk fokus dan percepat Gerakan Tanam Jagung di tahun 2026 ini.
Hal itu penting dilakukan, agar Banten bisa swasembada jagung dan dapat memenuhi kebutuhan jagung lokal.
Bahkan percepatan itu, diisyaratkan Kapolda seperti mengendarai kendaraan bermotor, gaspol rem blong.
Hal itu dikatakan Hengki, saat pelaksanaan tanam jagung kuartal I tahun 2026 di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan penanaman itu, dilakukan secara serentak di seluruh daerah yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara virtual dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Menurut Hengki, kebutuhan jagung di Banten ini sangat tinggi, terlebih 12 perusahaan pakan nasional ada di Banten. Dalam sehari, mereka membutuhkan sekitar 4.000 ton jagung pipil kering atau sekitar 1,5 juta ton dalam setahun.
Baca Juga: Temuan Jaket Pelampung Dipastikan Bukan dari Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis
Sementara, hasil produksi jagung kita masih terhitung relative sedikit. Sehingga suplay industry pakan itu mayoritas dari luar daerah seperti Lampung, NTB dan Gorontalo. Padahal jika peluang itu bisa dioptimalkan dengan baik, peluang mendapatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sangat tinggi.
“Target Polda Banten 2025 itu 2.800 ton itu sudah tercapai. Di tahun 2026 ini kita ditargetkan sebesar 3.000 ton. Bahkan sebenarnya dari lahan yang akan kita buka selama 2026 ini sampai kuarta IV sekitar 2.900 hektar,” tuturnya.
Jika dalam satu hektar bisa menghasilkan minimal lima ton, kita bisa 500 persen melebihi dari target yang telah ditetapkan. Alias over prestasi. Kaerna dari 3.000 hektar itu bisa menghasilkan sekitar 15.000 ton.
Oleh karena itu, Hengki berharap seluruh Pemda dan pihak terkait focus pada penanaman jagung. Seluruh lahan-lahan tidur bisa dioptimalkan untuk penanaman jagung.
Mungkin bisa melalui Intruksi Gubernur. Namun tentu lahan itu juga harus dicek terlebih dahulu cocok atau tidak ditanami jagung.
“Terutama unsur haranya,” tandasnya.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Jakarta Demo, Desak Dugaan Korupsi Diusut
Pada kesemaptan itu, Hengki juga memerintahkan jajarannya sampai tingkat kecamatan, untuk menggerakkan seluruh Kelompok Tani agar menggaungkan tanam jagung. Karena itu akan sangat membantu perekonomian mereka juga.
Pada kuartal I ini, Polda Banten menargetkan penanaman jagung seluas 199 hektare yang tersebar di sejumlah jajaran Polres di wilayah hukum Polda Banten, seperti Polda Banten 6 hektar, Polres Cilegon 13 hektar, Polresta Serang 5 hektar, Polres Serang 22,5 hektar, Polres Tangerang 15 hektar, Polres Pandeglang 15 hektar dan Polres Lebak 48,5 hektar.
Sementara, Ketua Kelompok Tani Maju Adi Sumardi mengatakan, dirinya bersama seluruh anggota kelompok tani di Desa Mekarsari siap Gaspol rem blong dalam melaksanakan penanaman jagung di lahan-lahan tidur yang ada. Salah satunya, di lahan yang saat ini akan ditanami jagung seluas 6 hektar.
Gubernur Banten Andra Soni mengintruksikan kepada jajarannya, untuk bisa meniru langkah yang dilakukan oleh Polda Banten dalam melakukan penanaman jagung dan Korem 064/MY dalam penanaman padi dalam rangka swasembada pangan.
Pasalnya, kata Andra, selama ini Polda dan Korem itu lebih banyak melakukan kegiatan tanam dan panen dari pada Pemda itu sendiri. Oleh karena itu, kedepan dinas terkait harus bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh jajaran Polda Banten tersebut.
“Saya kasih waktu satu tahun kedepan. Kayaknya itu waktu yang cukup,” pungkasnya. (luthfi)
























