SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP), Pemkab Tangerang menggelar Bazar Ramadan Gemilang di Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis (12/3). Dalam kegiatan tersebut disediakan sebanyak 4.000 paket sembako yang dapat ditebus masyarakat dengan harga murah.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, bazar tersebut digelar untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri sekaligus memberikan kemudahan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), lembaga vertikal, hingga sektor swasta seperti Indomaret, Alfamart, Aeon Mall, dan Cimory.
“Bazar Ramadan Gemilang ini menawarkan paket sembako dan komoditas pangan berkualitas dengan harga murah. Jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran,” kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Kamis (12/3).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menjelaskan, bazar tersebut menggunakan sistem tebus murah. Masyarakat yang ingin membeli paket sembako sebelumnya mendapatkan kupon, kemudian kupon tersebut ditukarkan dengan paket sembako yang tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.
Baca Juga: Dukung Program Indonesia ASRI, Forkopimda dan Mahasiswa Gelar Jumat Bersih di Balaraja Tangerang
“Sistemnya tebus murah. Paket yang disediakan sebanyak 4.000 paket sembako,” ujarnya.
Adapun setiap paket sembako berisi berbagai kebutuhan pokok dengan jenis yang berbeda-beda. Salah satunya paket dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang berisi beras 2 kilogram, gula pasir 1 kilogram, kacang tanah 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram. Paket tersebut dijual dengan harga Rp50.726 dari harga normal Rp104.800.
Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyediakan 400 paket beras premium (5 kg) seharga Rp16.500, 300 kilogram daging sapi segar dengan harga Rp110.000–Rp115.000 per kilogram, serta berbagai komoditas cabai, telur, dan minyak goreng.
KORPRI juga menyalurkan 1.000 paket sembako yang terdiri dari beras 3 liter, minyak goreng 2 liter, tepung terigu 1 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan kecap manis 300 mililiter. Paket tersebut dijual dengan harga subsidi Rp70.000 dari harga normal Rp145.000.
Sementara itu, IKAPTK menyediakan 1.000 paket sembako yang berisi beras, terigu, dan minyak goreng dengan harga Rp50.000 per paket. BULOG mendistribusikan 200 paket beras SPHP (5 kg) seharga Rp58.000, serta menyiapkan stok gula dan minyak goreng premium.
Tak hanya itu, Dinas Perikanan menawarkan 100 paket olahan ikan dengan harga promo Rp100.000 dari harga normal Rp150.000.
Baca Juga: 392 Jemaah Haji Asal Kabupaten Tangerang Pulang, Tujuh Orang Meninggal di Arab Saudi
“BUMD menyiapkan 1.000 paket sembako, sementara Sinar Mas Land menyediakan 3.000 liter minyak goreng Filma dengan harga khusus Rp30.000 per dua liter,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menambahkan, kegiatan Bazar Ramadan Gemilang ini hanya berlangsung satu hari, dimulai dari pagi hingga seluruh paket terjual habis.
Menurut Soma, bazar ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi langkah strategis Pemkab Tangerang dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idulfitri.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang, terutama dalam mendukung perputaran ekonomi lokal serta memastikan pasokan pangan masyarakat tetap terjaga hingga Lebaran nanti.
“Kegiatan yang berlangsung satu hari ini bertujuan memberikan kemudahan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. Tak hanya sekadar pasar murah, bazar ini menjadi langkah nyata Pemkab Tangerang dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan daerah,” tukas Soma. (alfian/aditya)
