SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Penjualan tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren peningkatan. Sebanyak 2.578.820 tiket telah terjual untuk periode perjalanan 11 Maret–1 April 2026, atau sekitar 57,3 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang tersedia untuk layanan kereta api jarak jauh maupun lokal.
“Penjualan tiket sudah mencapai 57,3 persen dari total kapasitas. Masih tersedia sekitar 1.919.876 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan untuk perjalanan selama Lebaran,” ujar Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, di Jakarta, Kamis (12/3).
Anne menjelaskan, pada layanan kereta api jarak jauh, tiket yang terjual mencapai 2.468.309 tiket atau 69,1 persen dari total 3.571.760 kursi, sehingga masih tersedia sekitar 1.103.451 kursi untuk perjalanan mudik maupun arus balik.
Sementara itu, pada layanan kereta api lokal, penjualan tercatat 110.511 tiket atau 11,9 persen dari total 926.936 kursi, sehingga masih tersedia 816.425 tempat duduk.
Menurut Anne, penjualan tiket kereta lokal biasanya meningkat mendekati hari keberangkatan karena sebagian besar layanan baru bisa dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.
“Ketersediaan tiket masih cukup banyak di berbagai relasi perjalanan. Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal serta memanfaatkan pilihan jadwal agar perjalanan mudik tetap nyaman dan lancar,” tambahnya.
Di wilayah Daop 1 Jakarta, volume penumpang pada awal Angkutan Lebaran juga meningkat. Pada H-9 Lebaran 1447 Hijriah, tercatat 37.858 penumpang berangkat, naik sekitar 27 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, merinci sebagian besar penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen (16.010 orang) dan Stasiun Gambir (8.667 orang). Stasiun lain antara lain Bekasi (5.730), Cikarang (3.470), Jatinegara (2.010), Karawang (1.063), dan Cikampek (908). Penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta pada hari yang sama tercatat 16.348 orang.
Secara kumulatif, selama dua hari pertama Angkutan Lebaran (11–12 Maret 2026), jumlah penumpang yang berangkat dari Daop 1 Jakarta mencapai 67.682 orang, sedangkan yang datang tercatat 32.862 orang.
Franoto menambahkan, KAI juga menyiapkan tambah perjalanan kereta untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Setiap hari dioperasikan 68 kereta jarak jauh reguler, ditambah 12 kereta tambahan dari Stasiun Gambir, 7 kereta tambahan dari Stasiun Pasar Senen, serta 4 perjalanan kereta program motor gratis.
Untuk keberangkatan setelah puncak arus mudik (21 Maret–1 April 2026), KAI masih menyediakan sekitar 366.382 tempat duduk. Dari sisi kelas layanan, kapasitas terbesar tersedia pada kelas eksekutif (510.527 kursi), diikuti ekonomi komersial (446.965 kursi) dan ekonomi PSO (118.704 kursi).
Selain itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tiket hingga 30 persen khusus untuk kelas ekonomi komersial pada periode 14–29 Maret 2026.
Sejumlah kereta juga menjadi favorit penumpang. Dari Stasiun Gambir, kereta favorit antara lain Pandalungan, Argo Semeru, Gunungjati, Cakrabuana, Pangandaran, dan Batavia. Sementara dari Stasiun Pasar Senen, yang banyak diminati adalah Bengawan, Airlangga, Serayu, Kertajaya, Jayakarta, dan Progo.
Kereta Ekonomi Kerakyatan juga menjadi salah satu pilihan perjalanan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran tahun ini. Hingga saat ini, penjualan tiketnya telah mencapai 21.451 tiket dari total 27.368 tempat duduk yang tersedia atau sekitar 78 persen okupansi, dan diperkirakan terus meningkat menjelang puncak arus mudik.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran dengan volume perjalanan mencapai sekitar 247.440 pelanggan dalam satu hari.Adapun sejumlah stasiun tujuan favorit pada Angkutan Lebaran 2026 antara lain Pasarsenen, Gambir, Yogyakarta, Bekasi, Surabaya Pasar Turi, Purwokerto, Semarang Tawang, Bandung, Surabaya Gubeng, dan Jatinegara. (rmg)