SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Empat hari pasca Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M atau H+4, volume kendaraan di Jalan Tol Tangerang-Merak, khususnya di Gerbang Tol (GT) Cikupa, Kecamatan Cikupa, mulai melandai. Lonjakan signifikan pada puncak arus balik beberapa hari sebelumnya kini mulai kembali normal, Rabu (25/3/2026). Hal ini diperkirakan karena sebagian besar pemudik yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak telah kembali ke rumah masing-masing di wilayah Jabodetabek.
Head of Sustainability Management and Corporate Communications Astra Infra Toll Road, Uswatun Hasanah, menyampaikan bahwa berdasarkan catatan data terbaru, jumlah kendaraan yang keluar melalui GT Cikupa kini telah kembali normal dibandingkan Senin (23/3) dan Selasa (24/3), ketika arus balik mencapai puncaknya.
“Sekarang volume sudah kembali normal. Lonjakan paling mencolok terlihat pada Senin dan Selasa, ketika kendaraan yang masuk dari Pelabuhan Merak mencapai 123.040 unit,” ujar Uswatun Hasanah kepada Satelit News.
Secara akumulatif, lebih dari 2 juta kendaraan telah melintasi ruas Tol Tangerang-Merak sejak sepuluh hari sebelum Lebaran. Meski demikian, pelayanan jalan tol tetap berjalan lancar tanpa kemacetan berarti.
“Kurang lebih sudah dua juta lebih kendaraan sejak sepuluh hari sebelum Lebaran. Namun, kami tetap memantau pergerakan kendaraan untuk memastikan kelancaran di titik-titik krusial,” tambahnya.
Untuk mengurangi kemacetan parah pada gelombang arus mudik dan arus balik, Astra Tol Tangerang-Merak memberlakukan beberapa strategi, termasuk pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga atau lebih. Kebijakan ini masih berlaku hingga Minggu (29/3/2026) untuk memberikan ruang lebih bagi kendaraan pribadi dan bus penumpang.
Baca Juga: Benyamin Davnie Minta Pengawasan Terhadap ASN Tangsel Diperketat
Selain itu, pihak tol juga akan memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk perjalanan jarak jauh (GT Merak ke GT Cikupa) mulai Kamis (26/3/2026) pukul 00.00 WIB hingga Jumat (27/3/2026) pukul 24.00 WIB.
Uswatun Hasanah mengimbau para pemudik untuk tetap waspada dan memastikan kesiapan fisik maupun kendaraan. “Kami meminta pengguna jalan merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan saldo E-Toll cukup, dan memanfaatkan rest area di KM 45 atau KM 68 arah Jakarta jika merasa lelah,” ujarnya.
Salah satu pemudik asal Lampung, Iwan, yang tinggal di Mampelem, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, mengaku perjalanan dari kampung halamannya menuju Kabupaten Tangerang berjalan lancar. Ia berangkat Senin (23/3) sore dan tiba di Tigaraksa malam harinya.
“Perjalanan kurang lebih 6 sampai 7 jam. Saya sengaja balik Senin (23/3) karena khawatir macet jika menunggu Selasa, saat puncak arus balik,” ujarnya. (alfian/aditya)





















