SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, meninjau langsung rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2026 di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Senin (30/3/2026). Setiap rumah menerima bantuan sebesar Rp20 juta yang bersumber dari APBN.
Dalam kunjungannya, Maruarar menegaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran. Dari hasil pengecekan di lapangan, ia mengaku puas karena program tersebut dinilai telah menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kita melakukan tinjauan langsung ini tujuannya agar bisa melihat langsung apakah bantuan ini benar-benar tepat sasaran, dan ternyata memang tepat sasaran. Tentu saya senang sekali, tadi kita bisa saksikan langsung kondisi rumahnya,” kata Maruarar kepada Satelit News, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, terdapat sekitar tiga unit rumah di Desa Pete yang ditinjau secara langsung. Kondisi ketiganya dinilai sangat tidak layak huni sehingga membutuhkan penanganan segera melalui program perbaikan.
“Yang kita tinjau tadi ada tiga unit, tepatnya di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa. Insya Allah, April 2026 ini langsung dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, program BSPS di Kabupaten Tangerang mencakup 1.308 unit rumah yang tersebar di 20 kecamatan, dengan masing-masing unit mendapatkan bantuan Rp20 juta.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Juarai Arena Menembak Popda XII Banten
“Setiap unit mendapatkan bantuan Rp20 juta. Total keseluruhan di Kabupaten Tangerang terdapat 1.308 unit yang tersebar di 20 kecamatan,” ungkapnya.
Maruarar berharap program ini dapat mengurangi bahkan menghapus keberadaan rumah tidak layak huni, khususnya di Kabupaten Tangerang. Ia juga menilai adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan hunian layak bagi masyarakat.
“Semoga ini menjadi sinergitas yang apik antara pemerintah daerah dengan pusat dalam menciptakan hunian yang layak untuk masyarakat,” katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, merinci sebaran bantuan BSPS di 20 kecamatan, di antaranya Kecamatan Tigaraksa 21 unit, Kemiri 10 unit, Kronjo 64 unit, Gunung Kaler 75 unit, Rajeg 68 unit, Jayanti 43 unit, Balaraja 34 unit, Cisoka 167 unit, Solear 63 unit, Jambe 65 unit, Pakuhaji 15 unit, Teluknaga 198 unit, Sepatan 199 unit, Sepatan Timur 10 unit, Pasar Kemis 40 unit, Cikupa 40 unit, Pagedangan 35 unit, dan Cisauk 13 unit.
“Jadi total dari 20 kecamatan, terdapat 1.308 unit yang mendapatkan program bantuan bedah rumah,” katanya.
Soma menambahkan, selain program BSPS, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memiliki program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.197 unit rumah telah berhasil diperbaiki menjadi layak huni.
Baca Juga: Bupati Tangerang Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lewat Grebeg Suro dan Kirab Wayang Kulit
“Tahun lalu kita berhasil memperbaiki 1.197 rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Di tahun 2026 ini juga kita terus bergerilya memperbaiki rumah-rumah yang tidak layak. Dengan adanya program BSPS ini, akan menjadi kolaborasi yang apik untuk menciptakan rumah layak bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang,” harapnya. (alfian/aditya)
