SATELITNEWS.COM, LEBAK–Program bantuan sosial terus digulirkan pemerintah. Namun di sudut lain Kabupaten Lebak, seorang lansia justru luput dari perhatian. Di usia 70 tahun, Sukmariah yang terdata sebagai warga miskin dengan keterbatasannya tak mendapatkan bantuan tersebut dan hanya mengandalkan belas kasih dan harapan yang tak kunjung pasti.
Derasnya hujan yang mengguyur Kampung Pasir Haleuang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, tak hanya membasahi tanah, tetapi juga menambah beban hidup Sukmariah (70). Dari atap rumahnya yang bocor, air menetes tanpa henti, bahkan kerap menggenangi dapur sederhana tempat ia memasak.
Di tengah gencarnya penyaluran bantuan sosial seperti program kesra, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Sukmariah justru seperti luput dari daftar penerima. Perempuan lanjut usia itu mengaku, bantuan terakhir yang ia rasakan hanya datang sekali, yakni saat pandemi Covid-19. Setelah itu, tak ada lagi bantuan yang menghampiri kehidupannya. “Pernah dapat waktu Corona saja, itu juga sudah lama. Setelah itu tidak pernah lagi,” ujarnya lirih, Senin (30/3/2026).
Sejak ditinggal wafat suaminya sekitar 15 tahun lalu, Sukmariah hidup seorang diri. Di usia senja, tubuhnya tak lagi kuat untuk bekerja. Untuk berjalan pun ia harus bertumpu pada tongkat. Hari-harinya bergantung pada kebaikan orang lain. Anak, tetangga, dan kerabat menjadi tempat ia berharap. Namun, tak setiap hari bantuan itu datang. “Kalau ada yang memberi, ya makan. Kalau tidak, ya seadanya,” tuturnya pelan.
Kondisi rumah yang ditempatinya pun jauh dari kata layak. Selain bocor saat hujan, bangunan itu juga rawan diterpa angin kencang. Setiap kali cuaca memburuk, rasa cemas tak pernah absen. “Kalau hujan itu bukan bocor lagi, sudah seperti banjir di dapur. Kalau angin besar juga takut,” katanya.
Di tengah keterbatasan itu, Sukmariah tak banyak menuntut. Ia hanya menyimpan harapan sederhana mendapat perhatian agar bisa memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. “Harapannya ingin dapat bantuan, tapi saya tidak bisa apa-apa, hanya bisa berdoa,” ucapnya.
Baca Juga: Diduga Main Judol, 259 Penerima Bansos di Kabupaten Tangerang Ditangguhkan
Sementara, Sekretaris Desa Tambakbaya, Robi, mengaku berdasarkan data yang ada, Sukmariah tercatat masuk dalam kategori Desil 2, yakni kelompok masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan. “Kalau menurut data yang tadi saya cek, Ibu Sukmariah masuk ke Desil 2. Tapi saya juga heran kenapa tidak dapat bantuan. Ini akan kami cek kembali, apakah memang masuk kriteria atau belum. Nanti akan dilakukan pendataan ulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk Desa Tambakbaya yang mencapai sekitar 7.000 jiwa, proses verifikasi data memang membutuhkan ketelitian agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Namun bagi Sukmariah, waktu terus berjalan. Di sisa usianya, ia hanya berharap satu hal agar perhatian itu benar-benar datang, bukan sekadar tercatat dalam data.(mulyana)
























