SATELITNEWS. COM, TANGERANG—Penyempitan dan pendangkalan serta keberadaan bangunan liar yang menghalangi aliran air di Sungai Cirarab dituding menjadi penyebab banjir di wilayah Kabupaten Tangerang. Problematika yang sudah berlangsung menahun itu coba dibenahi tahun ini.
Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung—Cisadane (BBWSC2) berencana melakukan normalisasi Sungai Cirarab sepanjang 700 meter pada tahun 2026.
Sebagai langkah awal, BBWSC2 bersama Pemkab Tangerang melakukan pendataan terhadap bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai. Bangunan itu nantinya akan dibongkar.
Pendataan dilakukan petugas BBWSC2 bersama Satpol PP dan DBMSDA Kabupaten Tangerang, Kamis (9/4). Bangunan liar yang didata berada di wilayah Pasar Kemis dan Sepatan.
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriatna mengatakan terdapat 18 bangunan yang berdiri di garis sempadan Sungai Cirarab. Sebanyak 5 bangunan berada di wilayah Sepatan dan 13 lainnya di Pasar Kemis. Menurut Ana, penertiban bangunan akan dilakukan setelah proses pendataan selesai.
“Pendataan dilakukan sejak Rabu (8/4). Namun, karena 6 pemilik bangunan dari total 18 titik itu tidak ada saat pendataan kemarin, maka kini kembali dilakukan pendataan, ” katanya.
Baca Juga: Musim Kemarau DSDABMBK Tangsel Kebut Normalisasi Sungai
Ana menjelaskan bangunan-bangunan tersebut diketahui berdiri di atas badan air maupun di garis sempadan Sungai Cirarab sehingga masuk dalam area yang akan dilakukan penertiban.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menghambat optimalisasi fungsi sungai. Lebih lanjut, penentuan batas pengukuran mengacu pada ketentuan teknis, yakni Badan Air (BA) sekitar ±20 meter dan Garis Sempadan Sungai (GSS) sekitar ±15 meter dari tepi sungai.
“Standar tersebut menjadi dasar dalam proses penataan dan penertiban bangunan di sepanjang aliran sungai nantinya, yang rencananya akan ditertibkan bulan April ini, ” tukas Ana.
Menurut Ana, normalisasi Sungai Cirarab akan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung—Cisadane (BBWSC2) dengan cakupan wilayah di dua kecamatan yaitu Sepatan dan Pasar Kemis. Kata Ana, kondisi bantaran Sungai Cirarab sendiri saat ini terlihat telah dipadati oleh berbagai jenis bangunan, mulai dari semi permanen hingga permanen, termasuk fasilitas umum dan industri.
“Kondisi sungai sendiri saat ini sudah padat, berdiri bangunan. Rencana normalisasi dilakukan sepanjang 700 meter, ” katanya.
Camat Pasar Kemis Nurhanudin menambahkan, selain pengerukan lumpur dan pelebaran aliran sungai, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pusat juga berencana melakukan penguatan infrastruktur pendukung di area tersebut. Sehingga bencana banjir dapat diminimalisir. Bahkan, dia berharap banjir tidak kembali datang ke wilayah Pasar Kemis ataupun Sepatan apabila musim penghujan tiba.
Baca Juga: 85 KK Warga Cirarab Alami Krisis Air Bersih, BPBD Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan
“Selain dilakukan pengerukan lumpur dan pelebaran sungai, nanti akan ditambah infrastruktur penguat tambahan untuk mencegah banjir, ” katanya. (alfian)
























