SATELITNEWS.COM, SERANG – Kabar baik bagi warga Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, yang menjadi korban banjir bandang 2020 lalu. Pasalnya, rencana pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana bakal dibangun ditahun 2026 ini.
Sekadar diketahui, akan ada sebanyak 315 unit Huntap yang akan dibangun oleh Pemkab Lebak, Pemprov Banten, dan Pemerintah Pusat. Lokasi pembangunan terbagi dua, pertama di Lebak Gedong sebanyak 294 unit, sedangkan 94 unit sisanya dobangun di Kecamatan Cipanas.
Alokasi anggaran yang dibutuhkan, untuk membangun tempat tinggal korban banjir bandang dan longsor itu sekira Rp61 Miliar. Dana tersebut, nantinya digunakan melalui mekanisme patungan antara Pemkab Lebak, Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten Deden Apriandhi mengatakan, Pemprov Banten bersama Pemkab Lebak sudah membangun koordinasi dan komunikasi, terkait rencana pembangunan ratusan Huntap tersebut dengan Pemerintah Pusat.
Selama melakukan koordinasi, masing-masing pemerintah memiliki peran dan penggunaan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Banten dan Pemkab Lebak, dengan besaran yang berbeda.
“Insya allah tahun ini dibangunnya, kalau anggarannya dari Pemprov Banten lupa ya. Tetapi bukan hanya dari APBD Pemkab Lebak, kita (Pemprov Banten-red) juga ikut didalamnya,” katanya.
Baca Juga: Gemar Dinilai Strategis Dalam Memperkuat Pengasuhan Dan Pendidikan Anak
Hingga saat ini, kata dia, Pemprov Banten sedang melakukan kajian terkait ketersediaan air bersih untuk menunjang masyarakat yang akan di Huntap tersebut. Tindakan itu sengaja dilakukan, agar pemenuhan air bersih masyarakat selama tinggal di Huntap terpenuhi dan tidak menjadi persoalan.
Terlebih, lanjutnya, dilokasi yang akan dijadikan pembangunan Huntap sulit untuk air bersih karena faktor alam. Meski demikian, pemetaan dan kajian akan segera diselesaikan dan air bersih untuk masyarakat akan tersedia.
“Huntap kita tinggal menunggu Kajian dari Perkim untuk air, ternyata disitu sulit air, insya allah dalam waktu dekat, karena kemarin sudah di survey. Setelah selesai kajiannya, air bersih juga tersedia, bisa dilakukan pembangunan,” tambahnya.
Deden mengatakan, Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PKP, menaruh perhatian serius pembangunan sarana tersebut, karena banyak warga Lebak Gedong yang menjadi korban bencana alam membutuhkan tempat tinggal yang layak.
“Kita bersama Pemda Lebak termasuk Pemerintah Pust dari Kementerian PKP nanti akan bersama-sama membangun Huntap ini, karena menjadi peehatian serius juga untuk kita,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Banten Eko Susilo menyarankan, agar pembangunan sarana tersebut bisa segera dilakukan, karena masyarakat yang menjadi korban bencana sudah lama mendambakan memiliki tempat tinggal yang layak.
Baca Juga: Kurang Diminati Generasi Muda, Dunia Pertanian Di Banten Mengkhawatirkan
“Sebaiknya setiap tahapan segera diselesaikan, agar pembangunannya bisa cepat dilakukan. Ini kan sudah lama juga kejadiannya, masyarakat juga sudah lama menantikan akan dibangunkan rumah oleh pemerintah,” imbuhnya. (adib)
