Jumat, 14 Agustus 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pagar Masjid Hingga Pabrik Tempe Dibongkar Demi Normalisasi Sungai Cirarab

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 13 Apr 2026 16:01 WIB
Rubrik Kabupaten Tangerang, Metro Tangerang
Pagar Masjid Hingga Pabrik Tempe Dibongkar Demi Normalisasi Sungai Cirarab

PENERTIBAN: Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid terjun langsung mengangkat dan membantu membereskan puing-puing bangunan yang akan dilakukan pembongkaran di sepadan Sungai Cirarab, Minggu (12/4). (ALFIAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sebanyak 62 bangunan liar yang berdiri di atas sempadan Sungai Cirarab ditertibkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Minggu (12/4). Pagar masjid, pagar gereja, tempat limbah hingga pabrik tempe dibongkar dalam penertiban yang menjadi bagian dari normalisasi sungai tersebut.

Pembongkaran bangunan liar dan pemindahan aset atau barang-barang dilakukan petugas dan pemilik bangunan secara mandiri dan bersama-sama. Penertiban berjalan lancar lantaran sudah melalui proses sosialisasi dan kesepakatan bersama, termasuk penandatanganan pernyataan dari para pemilik bangunan.

Bupati Maesyal Rasyid yang memimpin penertiban mengungkapkan pembongkaran ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah yang telah dilakukan beberapa kali dengan melibatkan berbagai pihak.
Di antaranya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Dinas Tata Ruang, Dinas PUPR Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), unsur TNI-Polri, para camat, hingga RT/RW dan pemilik bangunan di sepanjang bantaran Sungai Cirarab. Puluhan bangunan yang dibongkar itu berada di dua kecamatan. Yakni Sepatan dan Pasar Kemis.

“Di wilayah Sepatan terdapat 21 bangunan dan Pasar Kemis 41 bangunan. Jadi total, ada 62 bangunan kurang lebih. Kita semua bekerja sama gotong royong dalam kegiatan normalisasi aliran Sungai Cirarab ini, ” kata Maesyal Rasyid, Minggu (12/4).

Rudi, sapaan Maesyal Rasyid, meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya Sepatan dan Pasar Kemis, atas ketidaknyamanan selama proses penertiban dan normalisasi nanti. Karena, akan terjadi kepadatan arus lalulintas yang dapat menyebabkan kemacetan.

Dia juga meminta maaf kepada umat Islam dan Kristen karena selama proses tersebut, terdapat rumah ibadah yang terkena dampak kegiatan normalisasi. Namun, normalisasi ini juga dilakukan untuk kepentingan masyarakat, dari bencana alam, dan juga mencegah musibah terjadi.

Baca Juga: Musim Kemarau DSDABMBK Tangsel Kebut Normalisasi Sungai

“Pastinya, akan terjadi kemacetan juga, untuk masyarakat dimohon maklum. Selain itu, terdapat rumah ibadah juga yang terdampak, kami meminta maaf kepada umat muslim dan kristiani yang sedang menjalankan ibadah nantinya akan sedikit terganggu. Namun, semua ini demi kepentingan masyarakat, karena selain untuk mencegah banjir, normalisasi ini juga dilakukan guna mencegah pemilik bangunan terkena abrasi, nanti kalau dibiarkan bisa terjadi longsor dan membahayakan masyarakat sendiri, ” ujar Rudi.

Menurut Rudi, normalisasi dilakukan agar tidak terjadi abrasi di bibir sungai. Selain itu juga untuk memperlebar aliran air. Dia menilai Sungai Cirarab memiliki peran penting sebagai saluran drainase yang terhubung dengan Situ Gelam yang hulunya berasal dari wilayah Legok.

BeritaTerbaru

Rekomendasi DPRD Kabupaten Tangerang: Tagih Piutang Pajak hingga Tambah Ruang Kelas

Rekomendasi DPRD Kabupaten Tangerang: Tagih Piutang Pajak hingga Tambah Ruang Kelas

Jumat, 14 Agu 2026 07:43 WIB
Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan

Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan

Jumat, 14 Agu 2026 07:41 WIB
Pengadilan Agama Tigaraksa Catat 52 Pernikahan Anak

‎Pengadilan Agama Tigaraksa Catat 52 Pernikahan Anak

Jumat, 14 Agu 2026 07:34 WIB
ILUSTRASI layanan SIM keliling. (ISTIMEWA)

SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 14 Agustus, Cek di Sini Lokasinya

Jumat, 14 Agu 2026 07:28 WIB

“Kondisi bantaran sungai saat ini mengalami abrasi dan pengikisan tanah yang cukup mengkhawatirkan dan menyebabkan potensi bencana cukup tinggi, salah satunya banjir yang kerap melanda di wilayah sepanjang Sungai Cirarab. Maka, nanti setelah dilakukan normalisasi akan dilakukan penurapan juga, ” tandasnya.

Rudi menegaskan, bahwa proses normalisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir dan keselamatan warga. Ia juga mengungkapkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat melalui BBWS. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat. Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penataan ini, demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tertata, dan bebas dari risiko banjir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur Banten, dan alhamdulillah mendapat dukungan, termasuk dari BBWS. Ini adalah kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak, khususnya masyarakat, agar upaya ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Dukungan terhadap langkah pemerintah yang melakukan normalisasi Sungai Cirarab ini juga datang dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Pihak Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kutabumi. Gereja GPIA, Gereja Protestan Di Bagian Barat (GPIB), dan Masjid Al-Muhajirin yang terkena dampak normalisasi. Dimana, sebagian pagar bangunan rumah ibadah tersebut terkena pembongkaran untuk dilakukannya normalisasi Sungai Cirarab.

Baca Juga: Bongkar Pabrik Uang Palsu di Serpong, Polisi Buru God Hand

Pengurus Gereja HKBP Risma mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar yang berdiri di atas Sepadan Sungai Cirarab. Menurut Risma, langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dan Pemerintah Pusat merupakan salah satu langkah dalam pemeliharaan lingkungan, demi mencegah terjadinya bencana alam yang dapat menimpa masyarakat sendiri.

“Pada dasarnya kami dari pihak gereja setuju untuk dilakukan normalisasi dan pembongkaran bangunan liar. Kami juga akan mematuhi aturan, karena ini semua demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada, DKM Masjid Al-Muhajirin, Danu Kiswoyo. Dia mengaku sebagian pagar akan dilakukan pembongkaran karena memang berdiri di atas sempadan sungai. Katanya, tentunya pihak pengelola masjid sudah menyetujui akan dilakukannya pembongkaran, agar tidak menghalangi arus sungai, serta menjaga jemaah dari bahaya longsoran sepadan sungai.

“Semua sudah dimusyawarahkan, kita semua setuju dengan langkah pemerintah yang akan melakukan normalisasi dan pengurangan bibir Sungai Cirarab, ” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pemilik usaha atau industri tempe yang berdiri di sepadan Sungai Cirarab, Suryo mendukung penuh langkah pemerintah, meski sebagian bangunan usahanya harus dibongkar.

Namun, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memberinya waktu satu atau dua hari untuk memindahkan aset-asetnya, termasuk memutuskan aliran listrik di pabrik tersebut.

“Kami setuju dilakukan pembongkaran dan normalisasi agar nantinya tidak terjadi banjir di wilayah Pasar Kemis. Namun kami berharap diberikan keringanan waktu untuk melakukan pemindahan barang-barang. Kami minta waktu satu sampai dua hari untuk proses tersebut,” ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menambahkan normalisasi dilakukan untuk mengembalikan aliran Sungai Cirarab yang telah mengalami penyempitan akibat bangunan dan tanah. Selain itu juga akan dilakukan penurapan untuk mencegah abrasi. Katanya, nantinya 15 meter di atas sempadan sungai tidak diperbolehkan lagi ada bangunan yang berdiri.

“Nanti setelah proses normalisasi selesai, baru dilakukan penurapan. Sebetulnya, kita sedang mengembalikan fungsi sungai dan lebar sungai yang mengalami penyempitan dan abrasi. Ke depan, tidak boleh ada lagi bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai dengan jarak 15 meter, ” katanya. (alfian)

Tags: masjidnormalisasipabrikpagartempe
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

SIM Keliling Tangsel Jumat 14 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Jadwal Lengkapnya

Jumat, 14 Agu 2026 07:20 WIB
Pemkot Tangsel Finalisasi Raperda Perseroda Pasar Tahun Ini
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Finalisasi Raperda Perseroda Pasar Tahun Ini

Jumat, 14 Agu 2026 07:07 WIB
Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan
Kota Tangsel

Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan

Jumat, 14 Agu 2026 07:03 WIB
Sensus Ekonomi di Tangsel Terkendala Akses Kawasan Elite
Kota Tangsel

Sensus Ekonomi di Tangsel Terkendala Akses Kawasan Elite

Jumat, 14 Agu 2026 07:00 WIB
Bupati Tangerang Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter
Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter

Kamis, 13 Agu 2026 21:43 WIB
22 Jembatan Merah Putih Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

22 Jembatan Merah Putih Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang

Kamis, 13 Agu 2026 21:40 WIB
BKPSDM tangsel HUT RI 2026

Berita Pilihan

ILUSTRASI layanan SIM keliling. (ISTIMEWA)

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 11 Agustus, Cek Lokasinya

Selasa, 11 Agu 2026 07:46 WIB
Incar Gelar Juara, Pemkab Tangerang Buka Seleksi Kafilah MTQ Banten ke-24

Incar Gelar Juara, Pemkab Tangerang Buka Seleksi Kafilah MTQ Banten ke-24

Sabtu, 8 Agu 2026 09:15 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cikokol Dorong Kemandirian Ekonomi Ahli Waris

BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cikokol Dorong Kemandirian Ekonomi Ahli Waris

Senin, 10 Agu 2026 21:21 WIB
Wabup Tangerang Dorong Dunia Usaha Patuh Kelola Limbah Domestik

Wabup Tangerang Dorong Dunia Usaha Patuh Kelola Limbah Domestik

Rabu, 12 Agu 2026 13:26 WIB
SIDANG : Komisi II TPKSDA melakukan sidang Pendayagunaan dan Sistem Informasi Sumber Daya Air TKPSDA Provinsi Banten di Aula Rapat PUPR Banten. (ISTIMEWA)

Pastikan Ketersediaan Air, Komisi II TKPSDA Banten Lakukan Beberapa Skema

Kamis, 13 Agu 2026 15:10 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.