SATELITNEWS.COM, LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak mulai mengenalkan sistem pemungutan suara elektronik (e-Voting) kepada kalangan pelajar sebagai bagian dari pendidikan pemilih.
Sosialisasi tersebut dikemas melalui simulasi pemilihan yang diikuti siswa SMAN 2 Rangkasbitung di Kantor KPU Lebak, Kamis (16/4/2026).
Komisioner KPU Lebak, Ade Jurkoni, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemilih pemula terkait perkembangan sistem demokrasi, khususnya penggunaan teknologi dalam proses pemungutan suara.
“Simulasi ini merupakan bagian dari program pendidikan pemilih. Kami ingin generasi muda memahami bahwa ke depan sistem pemilu bisa berkembang, salah satunya melalui e-Voting,” ujar Ade.
Dalam simulasi tersebut, para siswa mengikuti tahapan layaknya pemilu konvensional. Mereka menunggu giliran, memasuki bilik suara, lalu menggunakan perangkat elektronik berupa laptop untuk menentukan pilihan. Sebelum memilih, setiap peserta diberikan nomor identitas (ID) untuk diinput ke dalam sistem, yang kemudian menampilkan gambar calon yang akan dipilih.
Setelah menentukan pilihan, hasilnya langsung tercetak melalui printer mini dan dimasukkan ke dalam kotak suara. Sebagai tanda telah menggunakan hak pilih, peserta juga diminta mencelupkan jari ke tinta, sesuai prosedur dalam pemilu maupun pilkada.
Baca Juga: KPU Lebak Kerja Sama dengan Lembaga Pendidikan
Ade menjelaskan, pengenalan e-Voting merupakan inovasi yang mulai diperkenalkan KPU Lebak sebagai respons terhadap perkembangan teknologi serta aspirasi masyarakat. Ia menyebut, kemungkinan penerapan sistem ini di masa mendatang tetap terbuka.
“Bukan tidak mungkin ke depan pemilihan di Indonesia akan menggunakan sistem ini. Karena itu, masyarakat perlu dikenalkan sejak sekarang agar tidak kaget saat diterapkan,” katanya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas XI, Serina, mengaku antusias mengikuti simulasi tersebut. Ia menilai sistem e-Voting lebih praktis dan efisien dibandingkan metode pemungutan suara konvensional.
“Lebih cepat dan mudah. Dari masuk bilik sampai celup tinta hanya sekitar dua menit, dan hasilnya juga langsung terlihat,” ungkapnya.
Serina menambahkan, sistem serupa sebenarnya telah diterapkan di sekolahnya saat pemilihan Ketua OSIS. Ia pun mengaku siap menggunakan hak pilihnya dalam pemilu mendatang.
“Tahun 2024 belum bisa ikut, tapi 2029 nanti pasti ikut memilih,” ujarnya.
KPU Lebak berharap melalui kegiatan ini, pemilih pemula dapat lebih memahami proses demokrasi sekaligus beradaptasi dengan kemungkinan penggunaan teknologi dalam sistem pemilu di masa depan.(mulyana)
Baca Juga: Buka Sosialisasi E-Voting, Maryono Dorong Pemudi Kota Tangerang Berkarir di Politik
