SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Menjelang Hari Raya Iduladha, suasana religius mulai terasa di sejumlah sudut Kota Tangerang. Namun, di tengah geliat persiapan kurban, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Ahmad Baijuri Khotib, mengingatkan bahwa esensi Iduladha tak berhenti pada penyembelihan hewan semata.
Ditemui di Kantor MUI Kota Tangerang, Selasa (28/4/2026), Baijuri menuturkan, Iduladha sejatinya adalah momentum untuk mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial. Ia menyebut, kurban hanyalah simbol dari nilai pengorbanan yang lebih luas. “Iduladha itu kan, id artinya Lebaran, adha artinya penyembelihan. Yang disembelih memang hewan, tapi itu bagi mereka yang diberi kelebihan rezeki oleh Allah,” ujarnya.
Menurut dia, pemaknaan kurban kerap terjebak pada aspek seremonial. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu berbagi dengan tulus, sesuai kemampuan masing-masing. “Makna di balik Iduladha adalah bagaimana kita belajar berkorban. Bukan soal kambingnya, tapi simbol. Yang tidak mampu pun tetap bisa berkorban, sesuai kapasitasnya,” kata dia.
Di tengah kondisi sosial yang masih menyisakan kesenjangan, Baijuri melihat Iduladha sebagai ruang refleksi kolektif. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas, terutama kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan. “Ini momentum kita diajarkan mau berkorban untuk orang lain, baik harta, tenaga, maupun perhatian,” lanjutnya.
Terkait penetapan Hari Raya Iduladha, Baijuri memastikan MUI Kota Tangerang akan mengikuti keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Penentuan tersebut mengacu pada sidang isbat yang melibatkan Badan Hisab dan Rukyat. “Kita mengacu kepada keputusan pemerintah. Penetapannya nanti disampaikan oleh Kementerian Agama berdasarkan musyawarah Badan Hisab Rukyat,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi demi menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah di tengah umat. “Kita harapkan umat Islam menunggu dan mengikuti apa yang disampaikan pemerintah,” katanya.
Baca Juga: MUI Kota Tangerang Minta Dilibatkan dalam Pembahasan Revisi Perda 7 dan 8 Tahun 2005
Berdasarkan kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama, 10 Zulhijjah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026 dan telah masuk dalam daftar hari libur nasional melalui keputusan bersama tiga menteri. Meski demikian, kepastian tanggal tetap menunggu hasil sidang isbat.
Lebih jauh, Baijuri menilai Iduladha memiliki nuansa berbeda dibanding Idul Fitri. Selain identik dengan kurban, hari raya ini juga berkelindan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga menyelami hikmah yang terkandung di dalamnya. “Disambut dengan sukacita, tapi yang lebih penting maknanya kita ambil pelan-pelan,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Baijuri menyampaikan doa bagi jamaah haji asal Kota Tangerang agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah. Ia juga menitipkan harapan agar kota dan bangsa Indonesia senantiasa dilimpahi keberkahan. “Mudah-mudahan Allah kasih kemudahan. Kami titip doa agar kota ini menjadi kota yang baik dan negeri kita diberikan keberkahan,” pungkasnya. (ari)
