SATELITNEWS.COM, LEBAK—Usinya memang tak muda lagi. Tepatnya sudah 91 tahun. Namun di masa senjanya, Fatimah justru mendapat berkah bisa berangkat haji tahun 2026 ini. Ia pun menyandang calon haji tertua di Kabupaten Lebak.
Minggu (3/5/2026), Fatimah duduk tenang di rumahnya di Kompleks Narimbang Baru, Kecamatan Rangkasbitung. Wajahnya teduh, namun matanya menyimpan cerita panjang tentang penantian yang akhirnya menemukan jawabannya.
Tahun ini, perempuan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai guru agama itu bersiap menunaikan ibadah haji. Sebuah perjalanan suci yang ia tunggu bukan sehari dua hari, melainkan seumur hidup.
Tak banyak yang menyangka, Fatimah tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Kabupaten Lebak pada musim haji 2026. Namun baginya, usia bukan penghalang. Justru menjadi saksi keteguhan hatinya. “Alhamdulillah… saya senang sekali. Saya berangkat bersama anak saya,” ucapnya kepada awak media.
Tubuhnya memang tak lagi sekuat dulu. Langkahnya pelan, kesehatannya pun sempat menurun. Bahkan, dokter sempat meragukan kondisinya. Namun satu hal yang tak pernah goyah keinginannya menjadi tamu Allah.
Setiap malam, ia menengadahkan tangan di atas sajadah. Air mata menjadi bahasa paling jujur dari doa-doanya. “Saya sering nangis, minta kesehatan dan keselamatan. Semoga bisa menjalankan ibadah dengan baik,” tuturnya.
Baca Juga: 741 Jemaah Haji Lebak Siap Diberangkatkan Mulai 15 Mei
Perjalanan ini tak ia tempuh sendiri. Anak keempatnya memilih mendampingi, memastikan setiap langkah sang ibu tetap terjaga di Tanah Suci. Bagi Fatimah, kehadiran anaknya menjadi penguat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. “Kalau sendiri saya takut. Tapi kalau sama anak, saya lebih tenang,” katanya.
Di rumah sederhana itu, persiapan haji tak sekadar soal koper dan pakaian ihram. Fatimah menyiapkan hati, meluruskan niat, dan memperbanyak doa. Di sela waktunya, ia masih mengulang bacaan doa, mengingat kembali tuntunan ibadah yang dulu ia ajarkan kepada murid-muridnya.
Kini, pelajaran itu ia jalani sendiri dengan tubuh renta, namun iman yang terasa semakin muda. Di mata tetangga, Fatimah dikenal sebagai sosok sederhana dan tekun. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya. “Beliau ngajarin kita sabar. Nunggu sampai umur segitu, tapi tetap semangat,” ujar salah satu warga.
Bagi Fatimah, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik. Ini adalah perjalanan hati yang telah ia mulai sejak lama mungkin sejak pertama kali ia mengajarkan rukun Islam kepada anak didiknya. Kini, saat kesempatan itu akhirnya datang, ia tak meminta banyak. Hanya satu doa yang terus ia ulang. “Semoga semua jemaah sehat, selamat, dan pulang membawa haji yang mabrur,” ucapnya.
Sementara, Kepala Kementerian Haji dan Umrah wilayah Kabupaten Lebak, Halimatussa’diah, menyampaikan sebanyak 741 jemaah haji asal Lebak siap diberangkatkan pada musim haji 2026. Keberangkatan dibagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni pada 15 Mei dan 17 Mei 2026.
“Dari total 744 calon jemaah, terdapat tiga orang meninggal dunia yang sedang diproses pelimpahannya dan satu orang dalam kondisi sakit. Jadi yang siap berangkat tahun ini sebanyak 741 orang, termasuk 200 jemaah cadangan,” jelasnya. Ia memastikan seluruh proses berjalan lancar dan kondisi jemaah aman. “Sejauh ini informasinya aman, insya Allah aman,” pungkasnya. (mulyana)
Baca Juga: Pimpinan DPRD Pandeglang Apresiasi Warga Desa Kadubadak Angsana yang Bangun Jalan Swadaya





















