SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Banjir merendam permukiman warga di RT 02 RW 06, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, sejak Senin (4/5/2026) malam. Ketinggian air sempat mencapai 30 hingga 50 sentimeter dan berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga.
Camat Cipondoh, Marwan, mengatakan air mulai naik drastis menjelang tengah malam setelah sebelumnya hanya berupa genangan ringan. “Mulai tadi malam. Sore sekitar jam 6 menjelang magrib air masih sedikit, tapi jam 11 malam mulai naik,” kata Marwan saat ditemui, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, kondisi banjir saat ini sudah mulai berangsur surut, meski genangan masih terlihat di sejumlah titik.
“Alhamdulillah saat ini sudah mulai agak surut. Memang di sini bukan langganan banjir, tapi sering terjadi karena curah hujan dari daerah lain yang cukup deras sejak kemarin,” ujarnya. Ia menyebutkan, sekitar 150 kepala keluarga terdampak dan 45 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang telah disediakan. “Ada sekitar 150 KK terdampak, dan sekitar 45 warga mengungsi hari ini,” jelasnya.
Para pengungsi sementara ditempatkan di fasilitas milik perusahaan setempat. “Tempat pengungsian kita siapkan di lokasi PT Tung,” ucap Marwan. Selain itu, tim medis dari Puskesmas Petir juga disiagakan untuk membantu warga di pengungsian. “Tim medis standby di tempat pengungsian,” katanya.
Di sisi lain, warga mengaku banjir datang secara tiba-tiba dan membuat panik. Siti (42), salah satu warga terdampak, mengatakan air naik dengan cepat pada malam hari. “Awalnya cuma genangan biasa, tapi sekitar jam 11 malam air tiba-tiba naik cepat sampai masuk rumah,” ujarnya. Ia menyebut ketinggian air di dalam rumahnya mencapai sekitar 40 sentimeter, sehingga sejumlah barang tidak sempat diselamatkan.
“Perabotan banyak yang basah, kasur juga nggak bisa dipakai. Elektronik juga ada yang kena air,” katanya. Meski demikian, Siti mengaku kondisi di pengungsian cukup tertangani dengan adanya bantuan dari pemerintah dan relawan. “Alhamdulillah di pengungsian ada makanan, air minum, dan petugas kesehatan juga standby,” katanya. Camat Marwan menjelaskan, banjir diduga dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu, yang menyebabkan air kiriman meningkat melalui Kali Angke.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
“Kalau di atas, seperti di daerah lain hujan dan air kiriman Katulampa naik, airnya lari ke arah Petir melalui Kali Angke,” ungkapnya. Untuk penanganan darurat, bantuan telah disalurkan oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial. “Dari Dinas Sosial sudah memberikan sekitar 500 bungkus nasi, nanti malam juga akan dikirim lagi. Dari kelurahan kita siapkan air mineral,” ujarnya.
Ke depan, warga berharap ada solusi konkret agar banjir tidak terus berulang. “Harapannya sih ada solusi biar nggak banjir lagi. Capek juga kalau tiap hujan besar di daerah lain yang disini harus was-was,” kata Siti. Pemerintah setempat pun berharap banjir segera surut dan penanganan aliran sungai bisa ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa. “Harapannya banjir cepat surut, dan ke depan penanganan Kali Angke bisa lebih maksimal,” tutup Marwan. (ari)




























