SATELITNEWS.COM, SERANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan atau RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli, Labuan, di Jalan Raya Labuan, Kabupaten Pandeglang, terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Terkait hal itu, saran dan masukan dari berbagai kalangan bakal dijadikan sebagai bahan evaluasi perbaikan.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris RSUD Labuan, TB. Lili Nazarudin mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan perawatan kesehatan kepada masyarakat yang datang, untuk berobat atau memeriksa kesehatan.
“Tentunya, kita juga ingin masyarakat yang datang berobat mendapat pelayanan yang baik dan maksimal. Maka dari itu, kami terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya, Minggu (24/5/2026).
Lili bercerita, beberapa waktu lalu sempat terjadi kesalahpahaman antara pasien dengan pelayanan dari pihak rumah sakit. Padahal, lanjutnya, pelayanan yang dilakukan pihak RSUD Labuan, sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kami sampaikan, bahwa penanganan kami sudah sesuai dengan standart pelayanan rumah sakit berdasarkan kondisi objektif hasil pemeriksaan kedokteran pada saat itu,” tandasnya.
“Kami selalu berkomitmen, melakasanakan penanganan dengan standart terkini kami,” sambungnya.
Dalam kasus itu, pihaknya melakukan penanganan dan pemeriksaan kesehatan pasien sesuai dengan standar, termasuk memantau perkembangan kesehatan setiap saat agar diketahui perubahan kualitas kesehatan pasien.
“Jadi, adanya perbedaan antara hasil pemeriksaan sebelumnya dengan pemeriksaan terkini kami, adalah hal yang dapat terjadi karena kondisi seseorang bisa berubah setiap waktu,” katanya.
Kata dia, perubahan kondisi itu membuat pihak rumah sakit mengeluarkan rujukan bisa dibawa pulang, karena sudah membaik dan tidak ada indikasi harus dilakukan rawat inap. Akan tetapi, ada perbedaan persepsi antara hasil pemeriksaan kesehatan dengan pihak pasien.
“Hasil pemeriksaan pada saat itu, disimpulkan yang bersangkutan tidak ada indikasi rawat inap dan telah dilakukan observasi, pemeriksaan penunjang dan terapi di IGD RS dan telah diberikan obat untuk diminum di rumah. Hal tersebut, sudah sesuai dengan protap kami,” tukasnya.
Dia menyampaikan, pihaknya tidak menyalahkan pihak manapun terkait persoalan yang terjadi itu. Bahkan, apabila terjadi perubahan kesehatan kembali, pasien atau masyarakat bisa kembali membawa ke RSUD Labuan, agar mendapatkan penanganan medis maksimal.
“Kami sangat berempati atas sakit yang dialami yang bersangkutan, dan mendoakan semoga cepat sembuh. Namun jika belum membaik atau ada gejala yang terasa lebih sakit, kami dengan senang hati menangani untuk pengobatan selanjutnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan, pihaknya tidak alergi terhadap kritik dari berbagai kalangan. Saran dan masukan yang disampaikan melalui kritik tersebut, akan dijadikan sebagai bahan evaluasi.
“Setiap saran dan masukan, menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan mutu kesehatan,” imbuhnya. (adib)