SATELITNEWS.COM, SERANG – Setelah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII, Pemprov Banten segera bersiap melengkapi sarana dan prasarana penunjang. Tindakan itu dilakukan, agar pelaksanaan pesta olahraga tingkat nasional itu tersebut berjalan lancar dan kondusif.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembahasan dan merumuskan anggaran untuk membangun fasilitas pendukung PON XXIII nanti. Rencananya, pembangunan itu akan dilakukan secara bertahap menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Jadi kita sedang menyiapkan, fasilitas apa saja yang bisa kita bangun. Jadi kita juga enggak mau, sepenuhnya bergantung pada APBN,” katanya, Minggi (24/5/2026).
Provinsi Banten bersama Provinsi Lampung, telah ditunjuk sebagai tuan rumah PON XXIII. Terkait hal itu, pihaknya sedang melakukan penghitungan kebutuhan anggaran untuk membangun fasilitas penunjangnya.
“Kita masih menyusun nih, berapa yang bisa kita anggarkan dan berapa yang akan diajukan kepada Pemerintah Pusat. Untuk pembangunan fasilitas penunjang, bisa mulai kita lakukan tahun ini,” ujarnya.
Ditanya terkait besaran anggaran keseluruhan pembangunan fasilitas penunjang tersebut, Andra mengaku, belum bisa menyampaikan kepada publik, karena proses penghitungan dan penyusunan rencana kerja masih dilakukan.
Baca Juga: Banten Masuk Lima Besar Investasi Nasional, Andra: Harus Berdampak
“Belum ada nominal bantuan. Kami sedang menyusun rencana kerja, dan permohonan dukungan pembiayaan ke pusat,” tandasnya.
Arlan menerangkan, salah satu fokus penataan akan dilakukan di kawasan Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga pada PON 2032 mendatang.
Selain penataan kawasan sport center, Pemprov juga akan membangun sejumlah venue tambahan untuk mendukung pelaksanaan multi event olahraga terbesar nasional tersebut.
“Yang pasti, penataan kawasan sport center dan pembangunan tambahan venue. Lainnya juga ada, tetapi kota infentarisir dulu nih,” ujarnya.
Arlan mengatakan, salah satu pembangunan fasilitas penunjang yang dilakukan ditahun 2026 ini, yakni penambahan areal parkir di stadion BIS, agar bisa menampung banyak penonton yang datang untuk menyaksikan pertandingan olahraga.
“Jadi sejak tahun ini, memang sudah mulai dilakukan pembangunan fasilitas penunjangnya. Anggarannya dari 2026 sudah secara bertahap dikerjakan, menggunakan APBD,” pungkasnya.
Baca Juga: Gubernur Andra Minta PTPN Berdayakan Masyarakat Lokal
“Target 2030, harus sudah beres semua. Tahun 2031 evaluasi penyempurnaan. Masih ada banyak waktu dan semoga berjalan baik,” timpalnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni memastikan, Provinsi Banten siap untuk menjadi tuan rumah PON XXIII bersama Provinsi Lampung. Hal itu, seiring dengan didukung sejumlah infrastruktur strategis yang mumpuni.
”Infrastruktur seperti Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Commuter Line Serpong–Tanah Abang, serta jalur kereta api Rangkasbitung–Tanah Abang dan Rangkasbitung–Merak akan mempermudah aksesibilitas para atlet, ofisial, dan seluruh tamu PON XXIII,” paparnya.
Selain itu, akses transportasi darat ditopang oleh jaringan jalan tol yang luas, seperti tol Jakarta–Merak, Serpong–Cinere, Cengkareng–Batuceper, Sedyatmo, serta tol Serang–Panimbang.
Selain itu, Banten juga telah memiliki stadion berstandar internasional dengan kapasitas puluhan ribu penonton yang siap dijadikan pusat pelaksanaan olahraga.
”Kami memiliki Banten International Stadium (BIS) yang berada dalam Kawasan Sport Center. Stadion berkapasitas 32.000 penonton ini akan menjadi klaster utama pelaksanaan PON XXIII dengan konsep sport city yang terintegrasi dengan venue multicabang olahraga,” tuturnya.
Andra menerangkan, Pemprov Banten telah menyiapkan 44 arena untuk menunjang pelaksanaan 28 cabang olahraga (Cabor). Beberapa arena unggulan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota seperti di Kabupaten Lebak, Sungai Ciberang untuk arung jeram, Batalyon Mandala Yudha untuk menembak, dan Pantai Marbella Tera untuk modern pentathlon.
Selanjutnya di Kabupaten Pandeglang, Pantai Tanjung Lesung untuk triathlon. Kabupaten Serang, Pantai Bandulu untuk layaran dan Aula Kampus Untirta Sindangsari untuk muay thai. Kemudian Kota Cilegon, Pantai Merak Kecil untuk akuatik hingga renang perairan terbuka dan finswimming, Kolam Renang ASA untuk finswimming, Stadion Geger Cilegon, Stadion Krakatau Steel, dan Lapangan Tenis KS.
Selanjutnya Kota Tangerang, GOR Gondrong untuk futsal, Modern Golf & Country Club, GOR Dimyati untuk hoki ruangan, Climbing Center Green Lake untuk panjat tebing, Stadion Benteng Reborn untuk rugbi, GOR Nambo untuk futsal, dan Nambo Sport Center untuk hoki lapangan.
Sedsngkan di Kabupaten Tangerang, Indoor Stadium Sport Center untuk taekwondo, Hotel Aryaduta Karawaci untuk tenis lembut atau soft tennis, Dewa United Hall untuk basket, ICE BSD untuk MMA dan muay thai, BSD Extreme Park untuk papan seluncur atau skateboard dan BMX), APM Equestrian Center untuk berkuda, dan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 untuk triathlon dan boling.
Kota Tangerang Selatan Damai Indah Golf, Lapangan Puspiptek Setu untuk woodball, Aula UT Pondok Cabe (judo), dan Aula STAN Bintaro untuk judo. Kota Serang, Aula Kampus UIN SMH Banten, KP3B, Jembatan Wangsakara, Stadion Maulana Yusuf, dan GOR Korem 064/Maulana Yusuf.
”Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten tahun 2026–2029, pembangunan sejumlah arena baru di kawasan sport center ditargetkan rampung pada tahun 2030,” paparnya.
“Fasilitas yang akan dikebut penyelesaiannya meliputi GOR Akuatik, GOR Lapangan Tenis, GOR Basket, GOR Beladiri, Lapangan Hoki, Lapangan Tembak, GOR Bulu Tangkis, arena BMX, Skateboard, serta arena angkat besi,” tutupnya. (adib)





















