SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lebak Niaga (Perseroda) mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui setoran dividen pada tahun 2027 mendatang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan mengatakan, meski PT Lebak Niaga sudah mulai menjalankan operasional usaha pada tahun ini, namun target dividen belum dimasukkan dalam APBD 2026 dan baru akan dibahas pada RAPBD 2027.
“Targetnya baru muncul di RAPBD tahun 2027 yang pembahasannya sekitar bulan September atau Oktober. Jadi tunggu saja ya,” kata Halson, Selasa (26/5/2026)
Sementara, Direktur PT Lebak Niaga, Ilham Akbar mengungkapkan, operasional usaha yang bergerak di bidang hilirisasi pertanian dan penyerapan gabah petani lokal baru efektif berjalan pada triwulan kedua tahun ini.
“Betul, kita memang belum masuk target karena efektif operasional baru dilakukan pada triwulan kedua,” ujarnya.
Ilham menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memaksimalkan penyerapan gabah dari petani lokal.
Menurutnya, diperlukan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar program tersebut berjalan optimal.
“Untuk optimalisasi, secara roadmap memang sedang disusun dengan Bapperida, didata mana saja Gapoktan yang bisa kita serap. Serapan gabah ini tentu akan mempengaruhi pada besaran dividen,” katanya.
Ia menambahkan, operasional PT Lebak Niaga dimulai setelah masa panen raya selesai, sehingga serapan gabah pada tahun pertama belum bisa maksimal.
“Kami enggak bicara target pada tahun ini karena panen awal tahun sudah lewat. Tapi kami optimis target dividen bisa dicapai dengan catatan serapan gabah lokal bisa benar-benar optimal,” tandasnya.(mulyana)