Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Guru Besar UIN Jakarta: Pancasila dan Tanggung Jawab Moral Indonesia Bagi Perdamaian Dunia

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Minggu, 31 Mei 2026 11:19 WIB
Rubrik Nasional
Guru Besar UIN Jakarta: Pancasila dan Tanggung Jawab Moral Indonesia Bagi Perdamaian Dunia

Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syahid) Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syahid) Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 memiliki makna strategis bagi masa depan Indonesia dan peradaban dunia.

Tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menegaskan posisi Pancasila sebagai nilai hidup yang terus relevan dalam menjawab tantangan global berupa konflik kemanusiaan, krisis moral, disrupsi teknologi, krisis ekologis, hingga polarisasi sosial-politik global.

Menurutnya, Indonesia merupakan contoh nyata bangsa besar yang mampu merawat keberagaman dalam satu ikatan kebangsaan. Dengan ribuan pulau, ratusan etnik, bahasa, dan tradisi keagamaan, Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan dapat tumbuh menjadi energi persatuan, kerja sama, dan solidaritas kebangsaan.

Dalam konteks itu, Pancasila menjadi etika publik dan fondasi moral dalam membangun kehidupan bersama yang damai, adil, dan bermartabat.

Tholabi menilai bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi universal di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan geopolitik, perang berkepanjangan, meningkatnya intoleransi, serta menguatnya fragmentasi sosial akibat arus informasi digital yang tidak terkendali.

Prinsip musyawarah, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan keadilan sosial merupakan kontribusi penting Indonesia dalam memperkuat peradaban global yang lebih berkeadaban.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Padati Istiqlal, Pesan Lingkungan Jadi Seruan Moral Umat

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak cukup dipahami sebagai agenda seremonial tahunan, tapi menjadi momentum refleksi kebangsaan untuk memperkuat komitmen terhadap persatuan, kemanusiaan, dan tanggung jawab global.

Tholabi menegaskan bahwa di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, media sosial, dan budaya digital yang bergerak sangat cepat, Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral bangsa.

BeritaTerbaru

Jumlah Hot Spot Turun, 50 Badan Usaha Disegel

Jumlah Hot Spot Turun, 50 Badan Usaha Disegel

Minggu, 13 Sep 2026 19:25 WIB
130 Orang Korban Kapal Virgo Terbalik Masih Dalam Pencarian

130 Orang Korban Kapal Virgo Terbalik Masih Dalam Pencarian

Minggu, 13 Sep 2026 19:22 WIB

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Kamis, 10 Sep 2026 18:01 WIB

Teknologi membutuhkan arah etik, agar kemajuan digital tetap berpihak pada nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penguatan solidaritas sosial.

Menurutnya, di era keterbukaan informasi, tantangan terbesar generasi muda hari ini adalah kemampuan membangun kebijaksanaan, etika dialog, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

“Persatuan Indonesia pada era digital juga berarti membangun ruang publik yang sehat, menjunjung etika komunikasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai bentuk polarisasi yang dapat menggerus kohesi sosial bangsa,” ujarnya.

Tholabi juga menilai bahwa Pancasila memiliki dimensi ekologis yang semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Perlu Dipahami sebagai Program Sosial Negara

Nilai gotong royong dan keadilan sosial, dapat menjadi dasar moral dalam membangun tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan bumi dan masa depan generasi mendatang. Menurutnya, krisis lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan etika peradaban.

Dalam konteks global, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dunia atau moral middle power yang dapat menghadirkan diplomasi perdamaian berbasis nilai-nilai Pancasila.

Tradisi musyawarah, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat kemanusiaan universal merupakan modal penting Indonesia untuk terus berkontribusi dalam penyelesaian konflik, pembangunan dialog antarbangsa, dan penguatan solidaritas kemanusiaan internasional.

Ia juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila di ruang publik. Kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menanamkan budaya dialog, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan etika kebangsaan kepada generasi muda.

Integrasi antara keilmuan, agama, kemanusiaan, dan kebangsaan perlu terus diperkuat agar pendidikan tinggi tidak hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Lebih lanjut, Anggota Dewan Pendidikan Tinggi ini mengapresiasi peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang menampilkan semangat gotong royong, keterlibatan masyarakat luas, dan penghormatan terhadap kebinekaan bangsa.

Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial perlu terus dihadirkan dalam kebijakan publik, pendidikan, kehidupan sosial, serta tata kelola pemerintahan agar Pancasila benar-benar menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia.

“Pancasila adalah titik temu kebangsaan yang mempersatukan Indonesia sekaligus pesan moral yang dapat ditawarkan kepada dunia. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki tanggung jawab sejarah untuk terus menghadirkan nilai perdamaian, persaudaraan, dan keadilan melalui pengamalan Pancasila,” ujar Tholabi. (dm)

Tags: Guru Besar UIN JakartaPerdamaian Duniaprof ahmad tholabi kharlie
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan
Nasional

Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Kamis, 10 Sep 2026 17:58 WIB
59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar
Nasional

59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

Rabu, 9 Sep 2026 21:11 WIB
Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat
Nasional

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Rabu, 9 Sep 2026 21:06 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:46 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara
Nasional

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh
Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh

Rabu, 9 Sep 2026 07:23 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Rabu, 9 Sep 2026 20:59 WIB
Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun

Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun

Selasa, 8 Sep 2026 17:54 WIB

Tangerang 10K Berkontribusi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kota Tangerang

Minggu, 13 Sep 2026 11:57 WIB
Sekolah Se-Lebak Terapkan PJJ Hingga 9 September

Sekolah Se-Lebak Terapkan PJJ Hingga 9 September

Senin, 7 Sep 2026 19:46 WIB

Koramil Cikeusik Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan untuk 8.554 KPM

Sabtu, 12 Sep 2026 18:26 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.