SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Operasi pencarian dan pertolongan terhadap penumpang dan awak KMP Virgo Transport 8 terus diperluas setelah kapal roro rute Surabaya–Banjarmasin ditemukan dalam posisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan 113 orang telah dievakuasi, terdiri atas 107 orang selamat dan enam meninggal dunia. “Sehingga masih terdapat sekitar 130 penumpang dalam proses pencarian,” kata Dudy dalam konferensi pers mengenai perkembangan penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Berdasarkan laporan dari helikopter yang turut melakukan pencarian, kapal ditemukan di sekitar area yang menjadi fokus operasi SAR. Kapal masih mengapung dalam posisi terbalik. “Kapal belum dalam posisi tenggelam,” ujar Dudy.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii merinci, TB Mauhau IX mengevakuasi 16 orang, terdiri atas 14 selamat, satu meninggal, dan satu cedera berat. TB TCP membawa enam orang, terdiri atas satu selamat dan lima meninggal. MV Haida mengevakuasi 69 orang dalam kondisi selamat, sedangkan KM Cahaya Bahari membawa 22 orang selamat.
Pencarian dan evakuasi masih berlangsung saat berita ini diturunkan. “Data korban ini masih bersifat sementara,” kata Syafii, Minggu sore.
Sebelum kapal ditemukan terbalik, data operasional Kementerian Perhubungan mencatat Virgo Transport 8 meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (12/9), pukul 06.52 WIB. Kapal dijadwalkan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu sekitar pukul 07.00 WITA.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Manifes awal mencatat 243 orang berada di atas kapal. Jumlah itu terdiri atas 30 awak kapal, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak, serta 126 pengemudi dan pendamping kendaraan. Kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan.
Catatan Automatic Identification System (AIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau AISITS menunjukkan pergerakan kapal mulai terpantau meninggalkan Terminal Jamrud Selatan sekitar pukul 10.00 WIB. Kecepatan kapal meningkat dari 0,3–3,5 knot di kawasan pelabuhan menjadi 12–14 knot setelah memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya.
Sekitar pukul 12.00 WIB, kapal melintas di perairan Karang Jamuang dengan kecepatan stabil 13–14 knot. Haluan kemudian mengarah ke timur laut menuju Banjarmasin.
Sinyal terakhir Virgo Transport 8 diterima AISITS pada Sabtu pukul 22.33 WIB. Saat itu kapal tercatat melaju 12,9 knot. Hilangnya sinyal AIS tidak serta-merta menunjukkan waktu kecelakaan karena dapat terjadi akibat kapal keluar dari jangkauan penerima atau transponder berhenti mengirimkan data.
Memasuki Minggu pukul 00.00 WITA, nakhoda mengabarkan kondisi cuaca buruk kepada agen kapal. Sekitar pukul 02.00 WITA, nakhoda kembali melaporkan kapal dalam kondisi miring. Setelah laporan tersebut, komunikasi dengan kapal terputus.
Syafii mengatakan, sebelum terbalik, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk. Nakhoda sempat meminta bantuan dengan mengaktifkan sistem darurat.
Baca Juga: Kompolnas Desak Buru Dalang Ricuh, Yusril: Jangan Terprovokasi
“Pada saat itu kapal membutuhkan bantuan dan telah mengaktifkan emergency untuk meminta bantuan,” kata Syafii.
Posisi terakhir kapal diperkirakan sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Jarak tersebut membutuhkan waktu sekitar enam jam dari Banjarmasin.
Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan resmi kehilangan kontak dari pihak perusahaan pada pukul 04.10 WITA. Sekitar pukul 04.30 WITA, Basarnas menggerakkan personel menuju Dermaga SAR Basirih untuk melanjutkan pencarian menggunakan KN SAR Laksmana 241.
Operasi diperkuat unsur gabungan, termasuk KSOP, TNI AL, Polairud, Distrik Navigasi, Pelindo, dan agen kapal. Unsur udara serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi juga dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi korban.
Virgo Transport 8 merupakan kapal roro penumpang berbendera Indonesia dengan ukuran 8.540 GT. Kapal dinakhodai Arief Yunianto dan dioperasikan PT Virgo Karya Shipping.
KSOP Banjarmasin membuka posko di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti, untuk penanganan dan koordinasi dengan Basarnas, Pelindo, Distrik Navigasi, pihak keagenan kapal, serta keluarga penumpang.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pemeriksaan akan mencakup kemungkinan faktor alam, teknis, maupun manusia. Dampak terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, dan aset lainnya juga masih dalam tahap investigasi. (rmg/xan)
























