SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Proses pemulangan jemaah haji asal Provinsi Banten terus berlangsung. Setelah kelompok terbang (kloter) pertama asal Kota Tangerang tiba di tanah air dan berkumpul kembali dengan keluarganya, Kementerian Agama Provinsi Banten masih terus memantau kepulangan ribuan jemaah lainnya yang dijadwalkan tiba secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.
Di tengah proses pemulangan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten mencatat sebanyak sembilan jemaah haji meninggal dunia di Tanah Suci. Kepala Bagian Tata
Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Nasrul Latif, mengatakan jumlah tersebut merupakan data terbaru yang masih bersifat dinamis karena proses pendataan jemaah haji terus berjalan seiring berlangsungnya operasional pemulangan.
“Proses pendataan jemaah secara keseluruhan masih terus berjalan dan angkanya belum bisa dipastikan statis karena terus bergerak,” ujar Nasrul saat dihubungi, Selasa (2/6).
Menurut dia, jumlah jemaah yang wafat bertambah pada sore hari setelah sebelumnya pihaknya menyampaikan data sebanyak delapan orang pada siang hari. Penambahan tersebut berasal dari seorang jemaah Kloter 13 asal Kabupaten Pandeglang yang dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi.
“Tadi siang saya memberikan kabar jumlahnya delapan. Tiba-tiba sore ini bertambah satu lagi jemaah yang meninggal dari Kloter 13 asal Kabupaten Pandeglang. Jadi sementara ini total ada sembilan data jemaah kita yang meninggal,” katanya.
Nasrul menjelaskan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan petugas penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi maupun petugas debarkasi untuk memastikan seluruh data jemaah yang wafat maupun yang telah kembali ke Indonesia tercatat secara akurat.
Baca Juga: Kekeringan di Banten Semakin Meluas, Ribuan Kepala Keluarga Terdampak
Ketika ditanya mengenai penyebab meninggalnya para jemaah tersebut, Nasrul tidak memberikan kesimpulan khusus. Namun, ia mengungkapkan sebagian besar jemaah yang wafat merupakan kelompok lanjut usia.
“Kalau penyebabnya, yang pasti karena sudah panggilan Allah SWT, wafat di sana. Tapi memang sebagian besar yang meninggal adalah lansia,” ujarnya.
Musim haji tahun ini berlangsung di tengah suhu udara yang cukup tinggi di Arab Saudi. Kendati demikian, Kemenag Banten belum mengaitkan secara langsung kasus-kasus kematian jemaah dengan faktor cuaca maupun kondisi lingkungan selama pelaksanaan ibadah.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji asal Banten terus dilakukan secara bertahap melalui sejumlah kloter yang telah dijadwalkan. Kloter pertama asal Kota Tangerang telah tiba lebih dahulu dan disambut keluarga di daerah masing-masing.
Kanwil Kemenag Banten bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus melakukan pengawalan terhadap kedatangan kloter-kloter berikutnya di debarkasi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah, kelengkapan administrasi, serta kelancaran distribusi jemaah menuju kabupaten dan kota asal mereka.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian pemulangan dapat berjalan lancar hingga seluruh jemaah haji asal Banten kembali ke tanah air dengan selamat. Di sisi lain, keluarga para jemaah yang wafat di Tanah Suci juga terus mendapatkan pendampingan dan informasi dari petugas terkait mengenai proses pemulasaraan serta hak-hak yang diterima jemaah haji yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji. (ari)
Baca Juga: Buntut Sungai Cisadane Menghitam, Tiga Perusahaan di Teluknaga Disegel

















