SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri kegiatan Jumat Keliling (Jumling) Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dipusatkan di Masjid Al-Huda Cikuda, Kecamatan Cisauk, Jumat (29/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus menyoroti berbagai ancaman sosial yang kini mengintai generasi muda, mulai dari judi online hingga penyalahgunaan narkoba.
Di hadapan para jemaah salat Jumat, Bupati menegaskan bahwa fungsi masjid harus terus diperkuat. Tempat suci ini tidak boleh sekadar dipandang sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga harus dioptimalkan sebagai pusat pembinaan moral dan penguatan karakter masyarakat.
“Masjid harus menjadi benteng iman dan sosial bagi generasi muda. Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, hingga kenakalan remaja lainnya,” tandas Maesyal Rasyid.
Menurutnya, tantangan sosial di era modern saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, tokoh agama, hingga pemerintah daerah.
Ia menilai, pendekatan melalui aspek keagamaan dan pembinaan berbasis lingkungan menjadi salah satu langkah paling efektif untuk menjaga generasi muda tetap berada pada jalur positif, sekaligus membentuk mereka agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungannya.
”Pendekatan melalui sisi keagamaan perlu terus diperkuat, dan pembinaan berbasis lingkungan juga harus ditingkatkan. Tujuannya agar generasi muda kita tetap mampu berjalan di jalur positif, memberikan kontribusi bagi masyarakat, serta menginspirasi sesama,” ujarnya.
Dalam kegiatan Jumling itu, Bupati Maesyal Rasyid juga mengajak masyarakat Cisauk untuk terus memakmurkan Masjid Al-Huda melalui berbagai kegiatan produktif, seperti pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.
“Masjid adalah pusat kebersamaan dan pembinaan umat. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan harus terus kita pupuk dan jaga bersama,” katanya.
Di samping memberikan arahan moral, ia turut menegaskan komitmen Pemkab Tangerang dalam menyelaraskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur fisik. Salah satu program unggulan yang terus digulirkan adalah Program Beasiswa Tangerang Gemilang yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
”Saat ini, Pemkab Tangerang telah menjalin kerja sama strategis dengan 38 perguruan tinggi guna mendukung dan membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah daerah dipastikan terus berjalan melakukan pembangunan dan perbaikan akses jalan di berbagai wilayah guna meningkatkan kenyamanan serta kelancaran aktivitas harian masyarakat.
Bupati berharap, derap pembangunan fisik yang berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai religius di tengah masyarakat ini dapat mempercepat terwujudnya visi Kabupaten Tangerang yang maju, religius, dan sejahtera.
Sebagai informasi, kegiatan Jumling ini turut dihadiri oleh unsur perangkat daerah, jajaran Forkopimcam, tokoh agama setempat, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Huda, serta masyarakat luas di Kecamatan Cisauk.
Sementara itu, Camat Cisauk, Hendarto, menyatakan kesiapan seluruh jajaran aparatur kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan untuk mengawal amanat Bupati, khususnya dalam membentengi lingkungan dari bahaya judi online dan narkoba. Ia menekankan bahwa sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) di wilayah Cisauk akan terus dipererat guna memastikan ruang-ruang aktivitas kepemudaan di masjid berjalan aktif.
”Kami di tingkat kecamatan sangat menyambut baik arahan Pak Bupati. Melalui momentum Jumling ini, kami bersama para tokoh agama di Cisauk berkomitmen untuk menggerakkan kembali roda organisasi remaja masjid dan forum-forum diskusi keagamaan. Ini penting agar anak-anak muda kita memiliki kegiatan positif yang menyita waktu mereka, sehingga tidak ada ruang lagi untuk melirik hal-hal negatif seperti judi online yang merusak masa depan,” tutur Hendarto. (adv)
