SATELITNEWS.COM,TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan layanan bus sekolah gratis tetap beroperasi hingga akhir 2026 meski terdampak lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM). Untuk menutup kekurangan biaya operasional, Pemkot melakukan pergeseran anggaran sekitar Rp400 juta.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan kenaikan harga BBM beberapa bulan lalu membuat kebutuhan anggaran operasional bus sekolah meningkat drastis. Saat penyusunan APBD 2026, pihaknya masih menggunakan asumsi harga BBM sekitar Rp14 ribu per liter, sedangkan Standar Satuan Harga (SSH) dipatok sekitar Rp15 ribu. Namun, kenaikan harga BBM yang mencapai sekitar 80 persen membuat alokasi anggaran yang tersedia diperkirakan hanya mampu membiayai operasional hingga Agustus 2026.
“Kita sempat kelimpungan juga karena kan yang kita anggarkan di 2026 itu adalah dengan harga Rp14.000 sekian. Dengan kenaikan yang ada, waktu itu hanya sampai dengan bulan Agustus,” ujarnya, Minggu (12/7).
Mengantisipasi kondisi tersebut, Dishub memilih menggeser sejumlah kegiatan yang belum memasuki jadwal pelaksanaan. Anggaran dari kegiatan tersebut kemudian dialihkan untuk memenuhi kebutuhan BBM armada bus sekolah.
“Solusi kita dengan menggeser kegiatan yang ada. Jadi kegiatan yang ada yang belum kita terlaksana, belum kita jalankan, karena belum jadwalnya, kita geser untuk memenuhi BBM itu sendiri. Jadi insya Allah sampai akhir tahun 2026 aman untuk BBM-nya,” ungkapnya.
Ayep mengungkapkan nilai pergeseran anggaran untuk kebutuhan BBM mencapai sekitar Rp400 juta dan telah dilakukan melalui mekanisme pergeseran anggaran tahun berjalan. Ia menjelaskan, dalam kondisi normal kebutuhan anggaran BBM bus sekolah berkisar Rp700 jutaan per tahun. Namun setelah terjadi lonjakan harga bahan bakar, kebutuhan tersebut meningkat hingga mendekati Rp1 miliar dalam setahun.
Baca Juga: Jabatan Sekda Tangsel Digugat, Benyamin: Tak Apa-apa
“Setahun itu sekitar, kalau dengan sekarang itu sekitar hampir satu miliar. Kalau normalnya sekitar 700 juta sekianlah,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menegaskan Pemkot tidak ingin pelayanan bus sekolah gratis terganggu hanya karena persoalan biaya operasional. Menurut Pilar, pihaknya telah menginstruksikan Dishub untuk segera melakukan penyesuaian anggaran setelah harga BBM mengalami kenaikan.
“Jadi tidak ada alasan, misalkan bus sekolah gratis tidak bisa beroperasi gara-gara tidak ada bensin. Dan ini kan benar-benar gratis, tidak memungut daripada orang tua ataupun anak. Jadi kita kasih pelayanan gratis, kita juga menyiapkan operasional dan juga bensinnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan layanan tersebut sepenuhnya gratis dan tidak boleh membebani masyarakat. “Sudah ada pergeseran. Jadi sudah ada pergeseran anggaran. Ada anggaran Dishub yang dimaksimalkan untuk di situ. Nanti diganti lagi di akhir tahun, misalkan dari program-program yang lain diutamakan dulu untuk ini,” ucapnya.
Untuk tahun anggaran 2027, Pemkot mengaku akan kembali menyesuaikan perencanaan dengan perkembangan harga BBM yang masih fluktuatif. Jika kembali terjadi kenaikan harga, pemerintah akan menempuh langkah penyesuaian anggaran agar operasional bus sekolah gratis tetap berjalan.
“Kita selalu tiap tahun melakukan penyesuaian. Tapi kita sudah pasang anggaran kalau misalkan ternyata amit-amitnya ada kenaikan lagi, berarti ada pergeseran anggaran lagi, penyesuaian, supaya nggak terganggu. Ini kan wajib buat anak-anak kita,” pungkasnya.
Baca Juga: Damkar Tangsel Hanya Miliki 4 Unit Armada Layak
Bus sekolah gratis akan kembali beroperasi untuk mengantar para pelajar pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7) ini. Seluruh armada telah menjalani pemeriksaan dan perawatan menyeluruh guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang. (eko)




























