SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Warna merah putih mulai menghiasi sejumlah sudut jalan di Kabupaten Tangerang menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Deretan bendera, umbul-umbul, hingga aneka pernak-pernik kemerdekaan berkibar di lapak-lapak pedagang musiman yang kembali mengais rezeki pada momen Agustusan.
Namun, di balik semarak kemerdekaan itu, para pedagang mengaku harus menghadapi tantangan baru, akibat gempuran pasar daring yang membuat penjualan tidak lagi seramai tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang bendera dan pernak-pernik kemerdekaan di Jalan Raya Pemda, Kecamatan Tigaraksa, Wawan, mengatakan momen Agustusan selalu menjadi kesempatan yang dinantikan untuk menambah penghasilan. Di lapaknya, ia menjual berbagai kebutuhan dekorasi kemerdekaan dengan harga yang masih terjangkau.
“Kalau bendera saya jual mulai Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung ukuran dan kualitas bahan. Untuk umbul-umbul dibanderol mulai Rp15 ribu hingga Rp30 ribu,” kata Wawan, Rabu (5/8).
Meski begitu, Wawan merasakan geliat perdagangan tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kehadiran platform belanja daring menjadi tantangan terbesar bagi pedagang musiman seperti dirinya.
“Kalau sekarang penjualan agak sepi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena pengaruh pasar online juga. Di sana jualnya lebih murah dan bisa diantar ke rumah,” keluhnya.
Baca Juga: Pemotor Tersangkut Kabel Internet, DPRD Tangsel Desak Penertiban Total
Persaingan tersebut berdampak langsung terhadap pendapatannya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia mampu meraih omzet kotor hingga Rp5 juta per hari saat puncak penjualan, kini pendapatannya merosot tajam dan hanya berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per hari.
“Sekarang tidak seramai dulu. Pendapatan juga turun drastis. Sebelum adanya pasar online, omzet kotor bisa mencapai Rp5 juta, kini hanya sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu,” ujarnya.
Meski omzet menurun dan harus bersaing dengan toko daring, Wawan tetap optimistis. Ia meyakini produk yang dijual langsung memiliki keunggulan dari sisi kualitas, karena menggunakan bahan kain yang lebih tebal dan awet, dibandingkan sebagian produk yang dijual secara online.
“Insya Allah rezeki tidak akan ke mana dan tidak akan tertukar. Semoga menjelang HUT RI ke-81 nanti gelombang pembeli kembali datang,” katanya.
Wawan mengaku seluruh barang dagangannya diperoleh dari pemasok. Ia hanya menjual kembali karena untuk memproduksi sendiri membutuhkan modal yang cukup besar.
“Saya hanya menjualkan saja, barang saya ambil dari pemasok,” ujarnya.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Selasa 6 Oktober 2026
Sementara itu, Wati, salah seorang pengguna jalan yang berhenti di lapak tersebut, mengaku sengaja membeli gantungan kunci bertema kemerdekaan untuk ikut memeriahkan peringatan HUT RI.
“Ini saya beli gantungan kunci ketupat merah putih untuk menyemarakkan kemerdekaan,” ujarnya sambil tertawa. (alfian/aditya)




















