SATELITNEWS.COM, SERANG – Direksi dan tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, harus bisa menerima setiap kritik dari masyarakat. Tindakan itu, sebagai upaya perbaikan terhadap pelayanan kesehatan kepada warga Banten.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi mengatakan, jajaran RSUD Banten harus bisa menerima semua kritik dan masukan dari masyarakat, sebagai upaya perbaikan pelayanan.
Oleh karena itu, semua pegawai RSUD Banten tidak dibenarkan apabila melakukan tindakan anti kritik.
“Konsultasi ini rutin tiap tahun, cuman yang diharapkan agar RSUD Banten betul-betul menerima masukan dari masyarakat, baik itu pasien atau yang berobat jalan. Karena salah satu indikator keberhasilan pelayanan, ya kepuasan masyarakat,” katanya, Selasa (25/8/2026).
Deden menekankan, semua tenaga kesehatan dan direksi serta pegawai RSUD Banten diharamkan menolak kritik terkait pelayanan kesehatan. Rumah sakit merupakan tempat masyarakat berobat dan harus dilayani dengan baik dan maksimal.
“Jangan khawatir mendapat tanggapan negatif, justru itulah suplemen kita, ketika kita menerima masukan miring, itu bagian dari perbaikan kita, jadi jangan sampai anti kritik enggak boleh itu,” ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Kembali Alokasikan Gaji P3K di APBD TA 2027
Deden menekankan kepada para Nakes, agar bisa bersikap ramah dan membuat nyaman masyarakat yang datang untuk berobat. Tindakan itu, merupakan satu kewajiban yang harus dilakukan tanpa pengecualian.
“Nakes itu harus senyum, sapa, salam, dan sopan santun, diantaranya tidak ada pembedaan, orang sakit itu, enggak kaya enggak miskin, semuanya harus dilayani secara maksimal,” tukasnya.
Dirut RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho menyampaikan, pihaknya bakal menjadikan setiap masukan dan kritik yang disampaikan sebagai bahan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena, semua warga Banten termasuk mitra RSUD Banten bisa menyampaikan masukan.
“Kita minta masukan masyarakat, bagaimana perbaikan yang harus kita lakukan, dari seluruh mitra yang selama ini bersinggungan dengan pelayanan kami, dari mitra kesehatan, sopir ambulan, perguruan tinggi, forum wartawan, ada organisasi profesi, para kepala puskesmas, dokter, dan lainnya,” pungkasnya.
Danang memastikan, setiap masukan dan kritik yang disampaikan akan dijadikan sebagai dasar perbaikan, sehingga pelayanan kesehatan di RSUD Banten bisa terus dioptimalkan tanpa membedakan pelayanan antar masyarakat Banten.
“Kita akan laksanakan dan melibatkan banyak masyarakat, meskipun ikatan, hubungan, komunikasi dengan masyarakat melalui seluruh kanal yang sudah kita buat supaya terjadi interaksi secara terus menerus,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: APBD TA 2027 Diproyeksi Menurun, Sekda Deden Klaim Program Prioritas Tetap Berjalan

















