SATELITNEWS.COM, SERANG – Polda Banten melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), memastikan terpal dan galon air yang ditemukan tidak ada hubungan dengan rombongan jurnalis yang hilang.
Hal itu diketahui, setelah pihak kepolisian melakukan klarifikasi dari pemilik kapal, serta dua nakhoda pengganti KM Arupadhatu 1.
Kabidhumas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan konfirmasi terhadap pihak yang mengetahui kondisi kapal, dua barang temuan terbaru berupa satu buah terpal plastik berwarna biru gelap-silver dan satu buah botol galon plastik bertuliskan AQUA dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1.
“Terpal yang ditemukan memiliki ukuran sekitar panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter serta mengeluarkan bau amis ikan. Sementara KM Arupadhatu 1 memiliki panjang 7,52 meter, lebar 2,01 meter dan kedalaman 0,90 meter,” katanya, Senin (14/9/2026).
“Untuk bagian atap penumpang berukuran sekitar dua meter, kapal menggunakan bahan plastik ORCHID berwarna biru, bukan terpal plastik polyester atau PVC,” timpalnya.
Maruli menjelaskan, KM Arupadhatu 1 dan KM Arupadhatu 2 memiliki terpal plastik, namun digunakan sebagai penutup dua mesin tempel. Terpal tersebut berukuran sekitar 2×2 meter, berwarna biru-oranye bolak-balik dan bertuliskan 4M A12 ROYAL CROWN TECH BY KOREA + UV.
Baca Juga: Hari Ketujuh Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang, Puluhan Kapal Kembali Dikerahkan
“Terpal tersebut tidak dibawa KM Arupadhatu 1 saat berlayar pada hari Senin (07/09), melainkan disimpan di KM Arupadhatu 2,” tandasnya.
Sedangkan untuk botol galon plastik bertuliskan AQUA, berdasarkan keterangan yang diperoleh, air minum yang biasa tersedia di kapal apabila menginap di laut menggunakan air mineral kapasitas 15 liter merek Le Minerale.
“Sementara terkait apakah pada pelayaran 7 September 2026 kapal membawa botol galon sebagai tempat penyimpanan air minum, belum dapat dipastikan,” ujarnya.
Maruli mengatakan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang-barang yang sebelumnya ditemukan Tim SAR, termasuk pelampung dan jeriken. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, perlengkapan keselamatan KM Arupadhatu 1 terdiri dari 10 hingga 12 buah life jacket, tiga buah busa jok, satu ring buoy bantuan Pemerintah Provinsi, serta perlengkapan lainnya.
“Untuk jeriken yang tersedia di KM Arupadhatu 1 berkapasitas 30 liter sebanyak dua buah. Sedangkan terpal yang terdapat pada kapal dan digunakan di bagian kanopi buritan berbahan dasar terpal kain. Hal ini menjadi salah satu pembanding dalam mengidentifikasi barang-barang yang ditemukan Tim SAR,” terangnya.
Maruli mengatakan, berdasarkan keterangan nakhoda pengganti, KM Arupadhatu 1 pernah digunakan untuk perjalanan menuju perairan Ujung Kulon maupun Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Doa Bersama bagi Jurnalis yang Hilang di GAK pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW
Dalam salah satu perjalanan, kapal membawa penumpang, ABK dan nakhoda dengan jumlah tujuh orang. Kapal juga menggunakan BBM sekitar 140 liter yang dimasukkan ke dalam tangki serta membawa satu jeriken cadangan berkapasitas 30 liter.
“Seluruh keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses verifikasi. Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan setiap barang yang ditemukan memiliki keterkaitan dengan KM Arupadhatu 1 sebelum dilakukan pemeriksaan dan pencocokan secara menyeluruh,” pungkasnya.
Maruli menambahkan, Polda Banten bersama unsur SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dan pemeriksaan secara maksimal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan terkait pencarian KM Arupadhatu 1 maupun hasil pemeriksaan barang temuan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” imbuhnya. (adib)
























