SATELITNEWS.COM, JAKARTA— Tim SAR gabungan telah menemukan 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, hingga Senin (14/9) pukul 11.00 WITA. Sebanyak 129 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
“Jadi total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Senin.
Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, terdiri atas 85 orang selamat dan satu meninggal dunia. Adapun 28 lainnya, terdiri atas 23 selamat dan lima meninggal, masih dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Korban selamat mendapat penanganan sesuai kondisi masing-masing. Mereka yang kondisinya mengkhawatirkan langsung dibawa ke rumah sakit, sedangkan yang stabil diserahkan kepada operator pelayaran untuk dipulangkan ke daerah asal.
Dudy memastikan Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang saat kejadian tidak melebihi kapasitas.
“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Kapasitas penumpangnya berada di 500 orang, masih jauh dari kapasitas maksimalnya. Tapi, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” kata Dudy.
Baca Juga: 130 Orang Korban Kapal Virgo Terbalik Masih Dalam Pencarian
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan KNKT telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi awal.
“Secara paralel melaksanakan pengumpulan data mengenai spesifikasi kapal dan lainnya, dan melakukan wawancara dengan penumpang maupun kru. Kami mendukung seluruh operasi dari Basarnas,” kata Soerjanto di tempat yang sama.
Kapal Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu. Pencarian kini difokuskan pada 129 penumpang yang belum ditemukan.
Operasi memasuki hari kedua dengan 622 personel SAR gabungan yang dikerahkan dalam enam sektor. Mereka didukung 22 armada, terdiri atas 17 unsur laut dan lima unsur udara dari Basarnas, TNI AL, Polri, BNPB, dan unsur lainnya.
Pencarian bawah air menjadi salah satu fokus setelah kapal ditemukan dalam kondisi terbalik dan terapung telungkup. Basarnas Special Group (BSG), Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, tim penyelam TNI AL, serta drone laut TNI AL dikerahkan untuk menyisir bagian bawah kapal.
“Dengan kondisi kapal yang mengalami terbalik dan terapung dalam kondisi telungkup, kita akan mengerahkan kekuatan yang memiliki kemampuan khusus,” kata Syafii.
Baca Juga: Kompolnas Desak Buru Dalang Ricuh, Yusril: Jangan Terprovokasi
Pencarian udara juga dilanjutkan dengan pesawat dan helikopter Basarnas, TNI AL, Polri, serta BNPB. Basarnas menambah tujuh armada pada hari kedua setelah sebelumnya mengerahkan 15 armada laut dan udara.
Syafii menyebut cuaca buruk sebagai dugaan awal. “Kemarin sudah disampaikan bahwa secara umum sedikit saya sampaikan bahwa pada hari Minggu (13/9) diperkirakan pada pukul 00.00, KM Virgo Transport 8 mengalami kedaruratan akibat cuaca buruk itu dikomunikasikan oleh PT Virgo. Kemudian dalam kurun waktu dua jam mengalami kejadian (terbalik),” kata Syafii.
Keterangan sejumlah penumpang yang selamat menguatkan gambaran kondisi laut saat kejadian. Menurut Syafii, ombak sampai masuk ke bagian dalam kapal dan diperkirakan memiliki ketinggian lebih dari tiga meter.
“Disampaikan bahwa diawali dari adanya cuaca buruk. Itu dikonfirmasi atau dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak itu bisa masuk sampai ke dalam kapal Virgo Transport 8 ini,” kata Syafii.
Basarnas juga menggunakan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai bahan untuk memetakan kondisi perairan di sekitar lokasi.
“Kita sama-sama tahu kalau ombak itu bisa masuk, berarti pada saat itu memang lebih dari tiga meter. Itu dari informasi yang didapat,” ujarnya.
Meski demikian, Basarnas belum menyimpulkan cuaca buruk atau gelombang tinggi sebagai penyebab kecelakaan. Faktor penyebab masih menunggu investigasi teknis berdasarkan data dan fakta dari berbagai sumber.
“Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sudah bergabung dengan kita untuk mengumpulkan informasi data-data, hasilnya nanti bisa menjadi bahan investigasi,” ujar Syafii.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak Surabaya Agustinus Maun mengatakan sertifikat keselamatan kapal masih berlaku. Seluruh prosedur sebelum keberangkatan, menurut dia, juga telah dipenuhi.
“Kapal ini memiliki sertifikat keselamatan yang sudah diperiksa masa berlaku sampai dengan Februari 2027 seperti yang disampaikan seperti klasifikasi di Indonesia itu berlaku sampai Mei 2027,” kata Maun di Surabaya.
Menurut Maun, KSOP telah memeriksa KM Virgo Transport 8, termasuk manifes, legalitas, kondisi teknis kapal, serta nakhoda dan kru. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan kendala yang menghalangi kapal berlayar.
“Kami sudah mengecek dan memastikan seperti yang disampaikan seluruh persyaratan sudah, baik kapalnya secara teknis maupun sumber daya manusianya, nakhoda, dan seluruh kru itu laut lalu kami berikan surat prosedural berlayar,” ujarnya. (rmg/xan)
























