SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kebakaran melanda lapak penimbunan limbah plastik di Perumahan Rajeg Asri, RT 09/RW 01, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Selasa (27/10/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Kebakaran yang diduga disebabkan korsleting listrik tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp50 juta. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada Selasa malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Tangerang langsung menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran dari Mako Curug serta Pos Pasar Kemis, Pos Rajeg, dan Pos Sepatan untuk memadamkan api.
“Betul, kejadiannya semalam kurang lebih sekitar pukul 23.30 WIB. Kita terjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Rabu (28/10/2026).
Taufik menjelaskan, setibanya di lokasi, petugas BPBD langsung melakukan pemadaman terhadap api yang membakar lapak limbah plastik tersebut. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena banyaknya bahan plastik yang mudah terbakar.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas pemadam kebakaran BPBD Kabupaten Tangerang akhirnya berhasil menjinakkan api. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Baca Juga: Mini Bus Terbakar di Curug, Diduga Korsleting Listrik
“Alhamdulillah, api sudah padam dini hari. Tidak ada korban jiwa ataupun luka juga,” ujar Taufik.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil bagi pemilik lapak. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Berdasarkan keterangan Taufik, penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik pada jaringan instalasi listrik di lokasi kejadian.
“Dugaan sementara korsleting listrik, dan kerugian yang ditaksir mencapai Rp50 juta,” katanya.
Sementara itu, Komandan Regu Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin, mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, terutama selama musim kemarau panjang. Menurutnya, percikan api sekecil apa pun dapat menimbulkan kebakaran jika mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar.
“Masyarakat, untuk selalu hati-hati. Dan jangan membakar sampah secara ilegal juga,” ujarnya. (alfian/aditya)

















