SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Sebuah tiang listrik beserta dengan trafo menimpa rumah warga di Jalan Ceger Raya, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (1/11/2026) malam.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kondisi tanah di sekitar tiang listrik yang terkikis akibat aktivitas penggalian proyek long storage.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah kejadian, penghuni rumah langsung dievakuasi.
Sekretaris RT 01 RW 12 Kelurahan Jurangmangu Barat Ida Samidah menceritakan bagaimana insiden menegangkan itu terjadi.
Awalnya, suara ledakan terdengar disertai dengan kilatan cahaya kemerahan sampai ke rumahnya sekitar 50 meter dari titik ledakan.
“Habis Magrib denger ada bunyi ledakan besar, saya saja sampai kaget. Sampai dia punya cahayanya kemari. Jadi udah meledak di atas baru dia jatuh gitu. Kalau enggak gitu,
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangsel Senin 2 November 2026, Hadir Pagi dan Sore
waduh ngeri itu. Listrik bisa kebakaran udah. Takut korslet, kesetrum,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (2/11).
Kata Ida, seketika listrik rumahnya padam akibat terdampak ledakan. Kata dia, kondisi gelap gulita pun terjadi hingga pukul 03.00 WIB.
“Jam 3 subuh berapa, jam tiga baru dibetulin baru ini nyala,” katanya.
Meski rumahnya tidak mengalami kerusakan, Ida mengaku khawatir dengan kondisi rumah tetangganya yang tertimpa tiang listrik beserta trafo. Terlebih, saat kejadian masih terdapat kabel yang mengeluarkan percikan dan dikhawatirkan memicu kebakaran maupun korsleting listrik.
Menurut Ida, penghuni rumah yang tertimpa tiang listrik merupakan seorang perempuan. Untuk sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga.
“Dievakuasi dulu ke rumah anaknya, alhamdulillah sehat kebetulan dia sedang tidak duduk di depan, biasanya di depan,” ucapnya.
Baca Juga: Rumah Kontrakan Dibobol di Ciputat Timur, 15 Gram Emas Digasak
Ida menduga robohnya tiang listrik tersebut berkaitan dengan penggalian proyek long storage yang berada di sekitar lokasi. Ia menyebut, aktivitas pengerjaan proyek itu baru berlangsung sekitar dua minggu terakhir.
“Ada galian. Emang itu tadinya itu kan katanya mau dicor, karena hujan. Jadi memang dia tuh kita juga udah lihatnya udah ngeri. Galian tuh kan jadi tinggal kelihatan besi sama itunya aja. Begitu hujan, terkikis kali, nah akhirnya roboh, karena terkikis itu,” jelasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, kondisi tiang listrik maupun jaringan kabel di sekitar permukiman perlu mendapat perhatian lebih, terutama ketika terdapat aktivitas pembangunan atau penggalian infrastruktur.
Ida juga menyoroti banyaknya kabel listrik dan jaringan internet yang terlihat semrawut di sekitar lingkungan rumahnya. Ia khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan warga apabila tidak segera diperiksa dan ditangani oleh pihak terkait.
Dirinya melanjutkan, proyek drainase dan tanggul iti baru berjalan sekitar dua minggu. Ia meminta agar pihak terkait lebih teliti saat mengerjakan proyek yang berdekatan dengan masyarakat.
“Mungkin bisa dilihat-lihatin lagi gitu tiang-tiangnya, mudah-mudahan dari PLN juga jangan sampai kabel-kabel nih yang namanya apa lagi internet nih kabelnya terlalu semrawut.
Kadang-kadang kita ngeri nih kayak ini nih belum dibetulin nih, karena bekas itu tuh kabelnya,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas berseragam PLN nampak masih di lokasi. Tiang listrik yang menimpa bagian depan rumah warga belum dilakukan evakuasi. Galian terlihat amblas diduga akibat sempat diguyur hujan.
Sementara, Camat Pondok Aren, Hendra memastikan bahwa warga yang rumahnya tertimpa dalam keadaan aman di rumah anaknya di wilayah Jombang. Ia pun berjanji akan berkoordinasi dengan pemilik rumah terkait kerusakan.
“Tinggal nanti paling pihak kita komunikasi sama korban terkait rumahnya itu, alhamdulillah kalo korban manusia aman nggak ada korban. Kebetulan dia tinggal sendiri disitu ibu perempuan,” pungkasnya. (eko)

















