SATELITNEWS.ID, SERANG–Hasil pantauan di sejumlah kawasan wisata pantai umum dan hotel, saat ini sudah mulai atau berangsur ramai dikunjungi wisatawan. Namun belum semua hotel, serentak membuka tempat usahanya, akibat pandemi Covid-19.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Hamdani. Katanya, tingkat kunjungan wisatawan ke Anyer – Cinangka, saat ini mulai ramai dengan penerapan protokol Covid 19.
“Jumlah kunjungan, diperkirakan meningkat mencapai 20 persen. Baik di hotel maupun pantai terbuka,” kata Hamdani, Minggu (26/7).
Katanya, berdasarkan kenaikan kunjungan, kalau di rata-ratakan bisa diatas 20 persen. Tapi ada juga hotel yang sudah 100 persen, 60 persen, 20 persen. “Rata-rata 20 persen lah,” tandasnya.
Menurutnya, untuk menciptakan rasa aman khususnya bagi wisatawan, pihaknya tegas menerapkan protokol Covid-19 disemua tempat wisata. Untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketenangan pengunjung.
Ia-pun mengaku, terus mensosialisasikan protokol Covid-19 terhadap pelaku wisata. Sebab menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu indikator keamanan pengunjung, termasuk pelaku wisata bahkan para pedagang di kawasan wisata, yiatu dengan memberi masker dan mengharuskan cuci tangan.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
“Petugas di sana menginstruksikan untuk mencegah orang bergerombol. Kalau untuk even pentas seni, belum boleh. Karena berisiko tinggi,” ujarnya.
Bagi pengunjung yang belum mau menerapkan protokol kesehatan tambahnya, pihaknya bersama aparat kepolisian terus melakukan pemantauan dan terjun langsung ke masyarakat. “Kalau ada yang membandel, kita tegur terus, jangan menyerah,” tuturnya.
Saat ini ujarnya lagi, pihak hotel masih mengeluhkan beban keuangan mereka, sejak Maret lalu. “Tentunya dari PHRI, ingin ada keringanan pajak. Insya Allah di bahas minggu depan dengan Bapenda, untuk memberikan solusi bagi pelaku wisata,” pungkasnya.
Sementara, Sekretaris Bapenda Kabupaten Serang, Arief Roikhan mengatakan, pengaruh Covid-19 terhadap pendapatan saat ini sudah mulai berkurang. Bahkan sampai Agustus, diprediksi mencapai 60 persen.
“Bulan Oktober, diprediksi 100 persen normal. Hotel sudah beroperasi, tapi ada yang tutup juga. Banyak yang masih belum stabil. Sudah ada peningkatan, sejak pandemi Covid,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























