SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Atlet Kempo Banten meraih hasil memuaskan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tandoku Shorinji Kempo Piala Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tahun 2020 yang digelar secara virtual. Banten mampu menembus babak final pada nomor embu solo beregu campuran.
Pada babak semifinal Banten mampu meraih posisi kedua dibawah DKI Jakarta dengan nilai 267. Banten yang menurunkan Muhamad Irsyad Triaji Juniarso, Zhalza Siti Nurhaliza, Alfian Firmansyah asal Kota Cilegon hanya kalah poin dari DKI Jakarta yang mampu mencatat angka 271. Banten unggul dari DI Yogyakarta dan Kepulauan Riau yang sama-sama mengemas poin 264 serta Sumatera Selatan yang mengukir poin 261.
“Sayang di final pengalaman dan mental atlet Banten belum teruji karena masih pelajar dan mahasiswa. Hasilnya di final kita hanya mampu menempati peringkat 8,” ungkap Ahmad Rijaludzikri Naim, Manajer Tim Kempo Banten di Piala Menkominfo 2020.
Meski demikian Rijal, sapaan Ahmad Rijaludzikri, mengaku tidak terlalu kecewa karena Banten mendapat pelajaran dari Kejurnas yang diikuti 30 Pengprov Perkemi se-Indonesia. Dikemukakan Rijal pihaknya perlu meningkatkan pembinaan atlet dan melakukan regenerasi agar prestasi bisa diraih di masa depan.
Kejurnas ini sendiri dikemukakan Rijal menambah semangat dirinya dan Pengprov Perkemi Banten untuk melakukan pembinaan berjenjang dan berkesinambungan. Apalagi lanjut Rijal saat ini mereka punya wadah untuk mengevaluasi dengan janji dari PB Perkemi bakal rutin menggelar Kejurnas Kempo Virtual Piala Menkominfo.
“Saya melihat potensi kita berprestasi di masa depan ada, meski cukup berat karena 7 nomor tandoku (seni solo) diperebutkan kenshi dari 30 provinsi. Tapi sekali lagi Kejurnas kali ini menambah semangat kami untuk bisa fokus di nomor tandoku,” ujar Rijal.
Kedepan dikemukakan Rijal pihaknya tengah mencari metode yang pas buat kenshi dan Pengcab Perkemi se-Banten agar tetap bisa optimal menjalani latihan mandiri di tengah pandemi virus corona atau covid-19.
“Untuk saat ini perkembangan pembinaan atlet memang sedang sulit karena pandemi, tapi kita tetap berupaya sebisa mungkin menjalankan pola latihan seperti biasa meski harus latihan virtual via zoom atau tatap muka seperti di beberapa kota dan kabupaten yang tak terkena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” tukasnya. (jpg/gatot)